Februari Diprediksi Kenaikan Kasus, Epidemiolog Desak PTM Stop Hingga Maret  

- Kamis, 20 Januari 2022 | 17:30 WIB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 pada siswa di Yogyakarta. (Rahajeng Pramesi.)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 pada siswa di Yogyakarta. (Rahajeng Pramesi.)

JAKARTA, AYOJAKARTA -- Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman meminta pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah bisa dihentikan sementara hingga awal Maret 2022.

Ia menegaskan pada Februari 2022 diprediksikan akan mulai terjadi peningkatan kasus anak terinfeksi Covid-19 yang ada di rumah sakit.

"Jadi, kita lebih baik setop PTM sampai awal Maret 2022. Karena saya melihat ada kecenderungan anak tertular Covid-19, padahal mereka harus dilindungi," ujarnya.

Baca Juga: Begini Cara Cek Vaksinasi Booster di Aplikasi PeduliLindungi

Ia menilai meningkatnya kasus Covid-19, terutama varian Omicron dinilai bisa berbahaya bagi anak-anak.

Dari hasil pemantauan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap penyelenggaraan PTM, penerapan jaga jarak sulit dilakukan selama proses PTM. Kemudian, terjadi kerumunan di luar sekolah saat para siswa menunggu jemputan.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengaku, pihaknya mendatangi banyak sekolah dasar karena mayoritas anak-anak belum divaksinasi dosis lengkap. "Catatan KPAI yaitu mengenai jaga jarak.

Baca Juga: Segini Jumlah Penerima Vaksinasi Booster di Jakarta, Dinkes DKI: Capai 8 Juta Orang

"Melansir dari Republika, Kamis (20/1/2022) DKI Jakarta dan Kota Malang melaporkan adanya penambahan kasus Covid-19 di sekolah.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X