Bareskrim Polri Bongkar Kasus Investasi Bodong Alat Kesehatan, Pelaku Raup Rp 503 Miliar 

- Kamis, 20 Januari 2022 | 12:58 WIB
Jumpa Pers terkait investasi bodong alat kesehatan. (Fichri Hakiim)
Jumpa Pers terkait investasi bodong alat kesehatan. (Fichri Hakiim)

KEBAYORANBARU, AYOJAKARTA -- Bareskrim Polri mengungkap kasus investasi bodong dengan modus suntik modal alat kesehatan (alkes). Dalam kasus ini, empat pelaku berinisial VAK (21), BS (32), DR (27), dan DA (26) telah ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Tipid Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan, mengatakan berawal dari pelaku VAK mengunggah terkait investasi alat kesehatan. Lalu VAK menjanjikan kepada korban investasi akan mendapatkan keuntungan hingga 30 persen setiap bulannya.

"Tersangka VAK mengunggah satu kegiatan bisnis di WhatsApp. Ada beberapa penayangan terkait keuntungan dari suntik modal alat kesehatan tersebut" ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 19 Januari 2022.

Baca Juga: Mengaku Pegawai Bank, Pelaku Investasi Bodong Bawa Kabur Rp1,28 Miliar

Para pelaku juga mengaku telah memenangi tender pengadaan alat kesehatan dari sejumlah kementerian. Tak hanya itu, pelaku juga menunjukkan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) agar korban semakin percaya untuk bergabung mengikuti investasi tersebut.

"Bersama tersangka DA, V mengatakan ke para korban bahwa mendapatkan tender dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan serta Pertamina. Namun dari hasil penyelidikan, tender dan SPK yang digunakan itu dibuat sendiri, bohong semuanya," jelasnya.

Setelah berhasil merayu ratusan korban, para pelaku pun meraup keuntungan hingga Ratusan Milliaran rupiah.

Baca Juga: Investasi Bodong Guru di Bogor, Ini Modusnya

"Dari kasus ini, terdapat 263 korban yang telah melapor dan 20 orang telah di BAP dengan total kerugian Rp 503 Miliar," katanya.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X