Kasus Omicron Melonjak, Kemenkes: Tak Boleh Lengah, Jangan Sampai Gelombang Ketiga Terjadi di Indonesia

- Senin, 10 Januari 2022 | 06:00 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan pasien varian Omicron di Indonesia tidak menunjukkan adanya gejala lantaran telah tervaksin Covid-19 dengan dosis lengkap. (dok. BNPB)
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan pasien varian Omicron di Indonesia tidak menunjukkan adanya gejala lantaran telah tervaksin Covid-19 dengan dosis lengkap. (dok. BNPB)

J

AKARTA, AYOJAKARTA.COM—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk tidak lengah terutama menyikapi naiknya jumlah kasus Covid-19 khususnya varian Omicron di Indonesia.

Hingga Sabtu akhir pekan lalu (8/1/2022), setidaknya ada 414 orang terkonfirmasi Omicron dimana ada penambahan kasus sebanyak 75 orang pada hari tersebut.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi dalam siaran pers yang dikutip dari kemkes.go.id, Minggu (9/1), menjelaskan Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta.

Di Indonesia, pergerakan Omicron terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Baca Juga: Makin Bertambah jadi 252 Orang, Wagub DKI Sebut Omicron di Jakarta sebagai Kasus Impor: Ada 239 Temuan

Kemenkes mendorong daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan cluster-cluster baru Covid-19 dan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

"Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia. Jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia, dimana dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus dari 6 ribuan menjadi 90 ribuan kasus konfirmasi omicron. Ini yang kita hindari" jelas dia.

Secara keseluruhan selama Desember 2021 kasus konfirmasi Omicron sebanyak 136 orang, sementara pada tahun 2022 hingga 8 Januari sebanyak 278 orang.

Baca Juga: Per 4 Januari 2021, Kasus Varian Omicron di Jakarta Sebanyak 162 Kasus

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X