KJP Plus Oktober 2021 untuk SD, SMP dan SMA Proses Pencairan, Simak Penjelasan UPT P4OP DKI!

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:42 WIB
KJP Plus Oktober 2021:  Jadwal Pencairan Setelah Tanggal 10? Cek Penerima di Sini (istimewa)
KJP Plus Oktober 2021: Jadwal Pencairan Setelah Tanggal 10? Cek Penerima di Sini (istimewa)

TEBET, AYOJAKARTA - Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus bulan Oktober 2021 saat ini sedang proses pencairan. Hal ini disampaikan akun Instagram resmi UPT P4OP DKI Jakarta.

Melalui sebuah kolom komentar pada postingan terbaru @upt.p4op menuliskan bahwa KJP Plus bulan Oktober 2021 sedang proses pencairan oleh Bank DKI.

"Pencairan dana KJP Plus Tahap I Tahun 2021 bulan Oktober saat ini masih dalam proses pencairan oleh Bank DKI," tulisnya dikutip ayojakarta, Kamis 14 Oktober 2021.

Masyarakat yang sedang menunggu pencairan KJP Plus Oktober juga diminta untuk melakukan pengecekan saldo.

"Silakan melakukan pengecekan saldo secara berkala melalui aplikasi JakOne Mobile untuk memonitor pencairannya" katanya.

Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) adalah program strategis untuk memberikan akses bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta. Manfaat dan dampak positif yang diharapkan dari siswa penerima KJP Plus, antara lain :

•Meningkatkan akses bagi anak usia 6 sampai dengan 21 tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan     
 sampai tamat satuan pendidikan menengah untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah
 Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun.
•Meringankan biaya personal pendidikan.
•Mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan
 akibat kesulitan ekonomi.
•mendorong siswa putus sekolah (drop out) atau anak tidak sekolah agar mendapatkan layanan
 pendidikan di sekolah/Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
 (PKBM)/Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) atau satuan pendidikan nonformal lainnya.
•Meningkatkan pencapaian target Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Dasar dan Menengah
•Meningkatkan kesiapan siswa pendidikan menengah maupun peserta pendidikan kesetaraan dan kursus
 untuk memasuki pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
 

Peserta didik tidak mampu adalah peserta didik pada jenjang satuan pendidikan sekolah dasar sampai dengan menengah yang secara personal dinyatakan tidak mampu baik secara materi maupun penghasilan orang tuanya yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan. Kebutuhan dasar pendidikan yang dimaksud mencakup : seragam, sepatu, dan tas sekolah, biaya transportasi, makanan serta biaya ekstrakurikuler. Berdasarkan pengertian tersebut, maka untuk kepentingan pemenuhan kriteria program pemberian KJP Plus bagi peserta didik SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/SMK/SMKLB/MA  Tahun Anggaran 2018 sebagai berikut : 

  • Tidak merokok dan atau mengkonsumsi narkoba
  • Orang tua tidak memiliki penghasilan yang memadai
  • Menggunakan angkutan umum
  • Daya beli untuk sepatu dan pakaian seragam sekolah/pribadi rendah
  • Daya beli untuk buku, tas, dan alat tulis rendah
  • Daya beli untuk konsumsi makan/jajan rendah
  • Daya pemanfaatan internet rendah
  • Tidak dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang berpotensi mengeluarkan biaya.

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPRD DKI Minta Jakpro Profesional Kelola JIS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 17:11 WIB

KJP Plus Oktober 2021 Sudah Cair Untuk SD dan SMP

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:30 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Begal Payudara di Jakarta Timur

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:10 WIB
X