Biaya Formula E di Jakarta Disebut Lebih Mahal Ketimbang Kota Lainnya, Begini Tanggapan Pemprov DKI Jakarta

- Kamis, 30 September 2021 | 13:12 WIB
Formula E (Republika)
Formula E (Republika)

TEBET, AYOJAKARTA - Ajang balap mobil listrik atau Formula E di Jakarta yang rencananya digelar pada 2022 mendatang dikritik karena biaya commitment fee lebih tinggi daripada di beberapa kota negara lainnya.

Fraksi PSI DPRD DKI sempat membandingkan negara di kota penyelenggara Formula E seperti di Roma, Italia dibebaskan dari biaya commitment fee hingga penyelenggaran 2025. Lalu, disebutkan pula kota Montreal, Kanada hanya menyetorkan Rp18,7 miliar untuk penyelenggaraan balap mobil listrik itu ke Formula E Operation (FEO).

Menanggapi hal tersebut, Pemprov DKI dalam keterangannya menjelaskan, perbandingan commitment fee antar kota tak bisa dilakukan secara apple to apple. Beberapa kota pun menanggung hampir seluruh biaya penyelenggaraan, sedangkan di sebagian kota lain Formula E Operations (FEO) banyak mengcover biaya.

Adapun, nilai commitment fee masing-masing kota dan negara berbeda karena dipengaruhi oleh apa saja yang dicover oleh FEO, lalu jarak lokasi dengan kota penyelenggara lain.

"Kapan kota tersebut menjadi tuan rumah, semakin akhir semakin tinggi komitmen fee," tulis Pemprov DKI Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Sedangkan untuk di ibu kota, faktor yang mempengaruhi pembiayaan antara lain, FEO mengcover biaya broadcasting dan penyiaran live di 150 negara, akomodasi ribuan official selama sekitar sebulan, biaya keamanan dan pengiriman barang, asuransi, serta panggung dan stage.

Faktor berikutnya yang kedua, posisi geografis Indonesia membuat biaya logistic yang FEO harus keluarkan jauh lebih tinggi dari kota lain di Eropa dan Amerika. "Untuk biaya broadcasting (produksi dan penyiaran) saja, diperkirakan mencapai 2 juta poundsterling," jelas Pemprov DKI.

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

X