Tak Hanya Soal Bisnis Perusahaan, CEO Paragon Salman Subakat Juga Ambil Peran untuk Dunia Pendidikan Indonesia

- Jumat, 23 Juli 2021 | 11:19 WIB
CEO PT Paragon Salman Subakat saat menjadi pembicara di Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021, Rabu 21 Juli 2021
CEO PT Paragon Salman Subakat saat menjadi pembicara di Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021, Rabu 21 Juli 2021

TEBET, AYOJAKARTA – Umumnya tidak banyak pendiri perusahaan besar yang mau memikirkan hal-hal di luar keuntungan bisnisnya. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada Chief Executive Officer (CEO) PT. Paragon Innovation and Technology, Salman Subakat.

Siapa sangka perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik dan melahirkan merk-merk ternama seperti Wardah, Make Over, Kahf, dan Emina, dipimpin oleh seorang CEO yang sangat peduli dengan salah satu sektor paling vital dalam suatu negara, yaitu dunia pendidikan.

Rupanya, kepedulian Salman untuk berkontribusi memajukan pendidikan di Indonesia datang dari keluarga besarnya yang merupakan dosen dan guru. Pria kelahiran Jakarta pada 20 Juli 1980 itu melihat dunia pendidikan sebagai jalan tercepat untuk meningkatkan ekonomi keluarga di Indonesia.

“Dari pendidikan saya melihat migrasi sosial yang sangat cepat. Jadi misalnya anak petani bisa saja menjadi kepala R&D dalam waktu 4 tahun. Tidak ada yang lebih cepat dari pendidikan,” jelasnya saat menjadi pembicara di Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021, Rabu 21 Juli 2021.

Bentuk Kontribusi Kepada Dunia Pendidikan Indonesia

Memiliki lebih dari 200 mitra untuk kegiatan corporate social responsibility (CSR), membuat PT Paragon mengalokasikan cukup banyak dana dan programnya untuk kepentingan pendidikan. Sebut saja Wardah Inspiring Teacher, Inspiring Lecturer Paragon, Lecturer Coaching Movement, Jabar Innovation Fellowship, Paragon Innovation Fellowship, INS Tanam Restoration, Pemimpin.id, serta Fellowship Jurnalisme Pendidikan yang saat ini digelar, dan diikuti oleh banyak wartawan yang tersebar hingga NTT.

Salman menggarisbawahi bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun masa depan bangsa. Dia menegaskan, tidak akan ada perusahaan-perusahaan besar jika pendidikannya tidak maju.

Namun, pria berdarah Jawa-Minangkabau itu menyadari, untuk membangun pendidikan, tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Salman terus menjalin kerjasama dengan para pemangku kepentingan, komunitas, akademisi, dan media.

“Ternyata penting sekali kita punya sense of community. Jadi gerakan yang menggerakan. Ada beda pendapat itu pasti, justru seru, Tapi kita harus lakukan secara luwes dan ada kesepakatan,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

3 Resep Smoothies Bowl yang Bisa Dicoba untuk Sarapan

Kamis, 16 September 2021 | 18:09 WIB

5 Penyebab Kulkas Tak Dingin Lagi

Selasa, 14 September 2021 | 15:27 WIB

Cara Beli Aglonema di Toko Online Supaya Tak Tertipu

Selasa, 14 September 2021 | 14:38 WIB

Dua Hal yang Dapat Memutuskan Salat

Selasa, 14 September 2021 | 11:42 WIB

Trik Membedakan Telur Segar dan Lama

Senin, 13 September 2021 | 16:02 WIB
X