Mengandalkan Kopi Agar Terjaga Sepanjang Malam, Amankah?

- Selasa, 8 Juni 2021 | 19:08 WIB
Ilustrasi (Pixabay)
Ilustrasi (Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA -- Secangkir kopi mungkin dapat membuat seseorang tetap terjaga sepanjang malam demi menyelesaikan tugas. Atau, dalam rangka persiapan tugas menantang keesokan harinya.

Menurut penulis studi Kimberly Fenn, seorang profesor kognisi dan ilmu saraf kognitif di Michigan State University, kafein atau kandungan dalam kopi kemungkinan akan meningkatkan suasana hati dan kewaspadaan seseorang. Selain itu, juga dapat membantu tingkat fokus seseorang untuk mengerjakan tugas-tugas sederhana. Namun, ternyata tidak akan banyak membantu untuk membantu meningkatkan tugas-tugas yang lebih kompleks. 

"Kafein tidak bisa menggantikan tidur malam, dan sangat penting bahwa individu memprioritaskan tidur dan jika mereka harus bertahan semalaman tanpa tidur, mereka mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan dan menghindari mengemudi mobil atau melakukan tugas berisiko tinggi," kata Fenn, dilansir laman Upi.com, Ahad (6/6).

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang apakah kafein bermanfaat bagi orang yang menghadapi kurang tidur, peneliti meminta lebih dari 275 orang untuk menyelesaikan tugas dalam waktu singkat. Hasilnya, orang-orang tetap terjaga semalaman di lab atau tidur di rumah.

Di pagi hari, semua peserta mengonsumsi kapsul yang mengandung 200 miligram kafein atau plasebo dan menyelesaikan tugas masing-masing. Secangkir kopi biasa 8 ons mungkin mengandung 75 hingga 120 mg kafein.

Sejatinya, berusaha terjaga bergadang dengan kopi agar lebih fokus keesokan harinya boleh dibilang mitos. Sebaliknya, tidur berkualitas adalah kunci agar seseorang dapat fokus dan produktif dalam aktivitas harian.

Kurang tidur dapat mengganggu kinerja pada kedua tugas yang dikerjakan. Kafein membantu orang berhasil mencapai tugas yang lebih mudah, tetapi bukan yang lebih sulit, menurut studi tersebut.

“Jika Anda kurang tidur, penggunaan kafein hanya akan membantu Anda dengan waktu reaksi, bukan dengan mampu mengingat langkah-langkah yang perlu Anda lakukan dalam suatu prosedur,” kata Michael Breus, pakar obat tidur dan psikolog klinis di Los Angeles yang tidak memiliki hubungan dengan studi.

Temuan itu dipublikasikan dalam Journal of Experimental Psychology: Learning, Memory, and Cognition. Pakar lain yang bukan bagian dari penelitian juga menunjukkan bahwa kurang tidur berbahaya, terutama dalam jangka panjang. 

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Waktu Terbaik untuk Salat Dhuha Menurut Hadis Rasulullah

Senin, 27 September 2021 | 08:34 WIB

Begini Cara Membersihkan Brush Make Up

Minggu, 26 September 2021 | 15:44 WIB

Tata Cara Salat Hajat Agar Doa Terkabul

Kamis, 23 September 2021 | 13:25 WIB

Tes Kepribadian: Ketahui Seberapa Cerdas Dirimu

Kamis, 23 September 2021 | 09:37 WIB

Ingin Parfum Tahan Lama? Lakukan Cara Ini!

Senin, 20 September 2021 | 13:20 WIB

Tes Kepribadian: Cari Tahu Pesonamu di Mata Orang Lain

Senin, 20 September 2021 | 09:14 WIB
X