KISAH ANAK PANCONG: Sawah Untuk Ibu Sami Tercinta (1)

- Jumat, 17 Juli 2020 | 16:49 WIB
Farid Arafat, tengah berkaus coklat, bersama gank Anak Pancong/Istimewa
Farid Arafat, tengah berkaus coklat, bersama gank Anak Pancong/Istimewa

Dear pembaca. Mulai awal Juli, redaksi ayojakarta.com menyajikan cerita tentang komunitas yang pernah dan masih eksis di Jakarta. Untuk edisi perdana, kami mengangkat cerita tongkrongan anak muda era 1980—1990-an di seputaran Rawamangun.

Mereka menyebutnya dengan nama Anak Pancong. Kisah tongkrongan ini bahkan sudah dibukukan dengan judul yang sama, Anak Pancong: Semoga Yang Tersisa Makin Bermakna. Tulisan akan kami sajikan secara berseri.

Oleh Farid Arafat & Bonanza Bahar Boer

TEBET, AYOJAKARTA.COM – IBU Sami pulang kampung. Warung kopi and pancong dijaga gantian oleh dua anaknya; Isah, dan Rata yang nyambi jadi tukang becak. Kadang ada perempuan satu lagi yang suka ikutan jaga, kalau gak salah ponakannya Ibu. Babeh udah lama gak keliatan. Udah hitungan tahun kayaknya. Ada yang bilang Babeh pulang kampung ke Sumedang, ke istri pertamanya. Udah tau kan kalau Ibu Sami itu istri kedua Babeh?

Sebenernya, Ibu Sami pulang kampung bukan hal yang aneh buat kita. Dalam periode tertentu, doi pasti pulkam. Cuma, ketika itu, kita mikir kok Ibu Sami lama banget di kampung, gak balik-balik ke Rawamangun. Ketiadaan Ibu Sami dalam waktu panjang mau gak mau jadi pembicaraan di angkatan gue. Waktu itu sebagian dari kita orang udah pada kerja tapi masih suka nongkrong di Pancong meski gak rutin kayak waktu SMA dan kuliah.

Sebelum pulang kampung, Ibu Sami udah sempet curhat-curhat ke beberapa temen. Doi cerita tentang gimana warung kopi dan pancong—belakangan jualan Indomie juga—makin lama makin sepi. Yang ada, dia jualan malah rugi. Saat itu, yang berkunjung ke warungnya kebanyakan supir atau kenek Koperasi Wahana Kalpika, angkot warna merah, yang ngetem di luar Rawamangun">Terminal Rawamangun. Ibu Sami bilang mereka banyak yang ngutang. Mau gak mau cash flow warung keganggu.

AYO BACA : KISAH ANAK PANCONG: Rahasia Indomie Ibu Sami

Kalau udah tekor gitu, biasanya doi teleponin satu-satu deh anak asuhnya. Selain gue, yang sering di-calling Ibu Sami dari angkatan gue antara lain Bonanza ‘Bonan’ Bahar Boer, Irfan Arif Siregar, dan Abdel Achrian. Terus dari angkatan yang lebih senior ada Sutan Eries ‘Ires’ Adlin, Ilham ‘Cutbert Jagok’ Raya, Adrijanto ‘Bochay’ Tjahyadi  dan Adi ‘Pedol’ Widiadi yang suka dikontak Ibu Sami.

Kayaknya gue mesti jelasin kenapa gue sama temen-temen bisa nongkrong di Pancong padahal sebelumnya udah ada penunggu yang lebih senior, rombongan kakak kelas. Mereka itu jaraknya tiga tahun dari kita. Gue kelas 3 SMP mereka kelas 3 SMA. Kebetulan kebanyakan dari kita bersekolah di sekolah yang sama; SMP 74 dan SMA 31.

Halaman:

Editor: Eries Adlin

Tags

Terkini

3 Resep Smoothies Bowl yang Bisa Dicoba untuk Sarapan

Kamis, 16 September 2021 | 18:09 WIB

5 Penyebab Kulkas Tak Dingin Lagi

Selasa, 14 September 2021 | 15:27 WIB

Cara Beli Aglonema di Toko Online Supaya Tak Tertipu

Selasa, 14 September 2021 | 14:38 WIB

Dua Hal yang Dapat Memutuskan Salat

Selasa, 14 September 2021 | 11:42 WIB

Trik Membedakan Telur Segar dan Lama

Senin, 13 September 2021 | 16:02 WIB

Tips Ombre Lips untuk Bibir Gelap, Yuk Simak!

Senin, 13 September 2021 | 13:53 WIB

4 Cara Atasi Rambut Rusak Gara-gara Bleaching

Sabtu, 11 September 2021 | 17:17 WIB
X