Mahasiswa Binus Jakarta Ciptakan Perpustakaan Digital Tanpa Internet untuk Masyarakat Pedesaan

- Kamis, 24 Oktober 2019 | 10:23 WIB
Para murid SMPN 02 Sipahutar, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menikmati perpustakaan digital yang dibuat tim Universitas Bina Nusantara
Para murid SMPN 02 Sipahutar, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menikmati perpustakaan digital yang dibuat tim Universitas Bina Nusantara

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sebagian besar masyarakat desa tidak memiliki fasilitas untuk mengakses buku bacaan seperti di perkotaan. Kesenjangan itu coba dipecahkan oleh mahasiswa Bina Nusantara Jakarta dari Fakultas Teknik Jurusan Sistem Komputer, dengan menciptakan perpustakaan digital. 

Perpustakaan digital ini bisa bekerja di daerah pedalaman yang tidak memiliki akses internet. Caranya lewat aplikasi sederhana untuk menampilkan berbagai video dan buku digital pendidikan bagi anak sekolah dasar hingga menengah.

Salah satu mahasiswa yang membantu proyek ini ialah Lorenzo Niro (27). Ia menjelaskan, perpustakaan digital  dapat menyimpan konten buku dan video secara digital. 

"Alat ini memiliki keunggulan dari sistemnya, di mana terdapat lima komputer yang terintegrasi tanpa kabel dalam satu device," ujar Lorenzo kepada Ayojakarta, Kamis (24/10/2019).

Proyek yang sudah dikerjakan akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019 itu bermula dari pembuatan sistem kemudian hardware. Sedangkan kendala yang dihadapi tim adalah pengintegrasian setiap komputer di dalamnya dan perancangan perangkat kerasnya. 

Perpustakaan digital ini menggunakan Raspberry Pi dengan daya 5 Watt dilengkapi regulator untuk bekerja di tegangan antara 100V-220V. Ukurannya tidak lebih dari dari telapak tangan orang dewasa dan memiliki kemampuan jaringan menggunakan WiFi. Sistem ini dibuat terdiri atas satu buah server dan empat buah client serta sebuah tempat penyimpanan. 

"Kelemahannya di casing alatnya yang masih perlu dibuat lebih compact," lanjut Lorenzo.

Dosen pembimbing para mahasiswa yang mengerjakan proyek ini, Rinda Hedwig (46), menyampaikan, alat ini sudah mulai digunakan di sejumlah daerah Indonesia. Empat alat tersebar di SMPN 02 Sipahutar, Tapanuli Utara, Sumatera Utara; SDN 01 Lumban Lobu, Tapanuli Utara, Sumatera Utara; Desa Suka Maju dan Desa Suka Bangun, Bengkayang, Kalimantan Barat. 

Sedangkan dua alat berupa konten sudah ada di kawasan Papua tepatnya di Distrik Homfolo, Sentani, Papua dan Distrik Wesaput, Wamena, Papua. 

Halaman:

Editor: Aldi Gultom

Tags

Terkini

3 Resep Smoothies Bowl yang Bisa Dicoba untuk Sarapan

Kamis, 16 September 2021 | 18:09 WIB

5 Penyebab Kulkas Tak Dingin Lagi

Selasa, 14 September 2021 | 15:27 WIB

Cara Beli Aglonema di Toko Online Supaya Tak Tertipu

Selasa, 14 September 2021 | 14:38 WIB

Dua Hal yang Dapat Memutuskan Salat

Selasa, 14 September 2021 | 11:42 WIB

Trik Membedakan Telur Segar dan Lama

Senin, 13 September 2021 | 16:02 WIB

Tips Ombre Lips untuk Bibir Gelap, Yuk Simak!

Senin, 13 September 2021 | 13:53 WIB

4 Cara Atasi Rambut Rusak Gara-gara Bleaching

Sabtu, 11 September 2021 | 17:17 WIB
X