Warga PIK Ngadu ke Dewan PDIP, Berbulan-bulan Kurang Air Sampai Ada yang Muntaber

- Jumat, 4 Oktober 2019 | 12:54 WIB
Warga Pondok Indah Kapuk mengadu ke Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI/Media DKI Jakarta
Warga Pondok Indah Kapuk mengadu ke Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI/Media DKI Jakarta

JAKARTAUTARA, AYOJAKARTA.COM -- Sejumlah warga perumahan Pantai Indah Kapuk mengeluhkan suplai air bersih di rumahnya. Pasalnya, pengembang perumahan itu tidak lagi memasok air bersih dengan alasan musim kemarau sejak tahun 2014.

"Setiap kemarau, kami kesulitan air bersih antara 4-5 bulan. Pipa air bersih dari PAM Jaya atau Pemda tidak ada, hanya dari water treatment plant (WTP) yang disediakan pengembang. Kemarin saja, lima hari tidak ada suplai air, sehingga kami inisiatif beli air curah," kata koordinator warga Pantai Indah Kapuk, Oscar saat beraudiensi dengan Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Selain kekurangan pasokan air bersih, kata Oscar, kualitas air dari pengembang pun sangat jelek. Bahkan, menurut dia, beberapa warga mengalami gatal-gatal dan diare karena menggunakan air yang berasal dari Kali Angke itu. 

Dia berharap, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa memasok air bersih ke tempatnya.

AYO BACA : Pengungsi Kebakaran Rawabunga Kesulitan Air Bersih

"Beberapa kejadian ada gatal-gatal atau muntaber. Karena kualitas air bau, berwarna keruh kemudian kadang-kadang ada cacing dan kotoran. Untuk itu, kami berharap ditarik pipa dari PAM Jaya ke wilayah kami. Tapi kami dengar, tidak ada anggaran dari pemerintah untuk masuk ke daerah kami karena itu masih kewajiban pengembang," ujarnya.

Dia menyebutkan, wilayah perumahan PIK dihuni oleh lebih dari 10 ribu kepala keluarga. Namun, warga yang berada di Kelurahan Kapuk Muara dan Kamal Muara seringkali kekurangan air bersih setiap musim kemarau tiba.

"Pihak pengembang sebenarnya menyiapkan air curah atau air tangki pada jam tertentu. Tapi tidak cukup, karena hanya disiapkan dua unit mobil tangki. Beberapa warga berinisiatif membeli air curah, tapi harganya mahal, Rp 80 ribu per kubik. Kalau dari PAM Jaya kan cuma Rp 7 ribu per kubik. Kalau dari pengembang, sekitar Rp 25 ribu per kubik," jelasnya.

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah mengaku heran pemukiman mewah sekelas PIK sangat kekurangan air bersih. Menurutnya, ada 24 orang perwakilan warga yang mengadukan hal itu ke Fraksi banteng Kebon Sirih agar segera dicarikan solusi terbaik.

Halaman:

Editor: Widya Victoria

Tags

Terkini

Ancol Buka Lagi Besok, Perhatikan Syarat Masuknya!

Senin, 13 September 2021 | 17:58 WIB

Ancol Siap Dibuka Lagi, Ini Syaratnya!

Kamis, 9 September 2021 | 16:37 WIB

Warga Tenggelam di Danau Sunter Ditemukan Tewas

Senin, 9 Agustus 2021 | 16:47 WIB
X