BNNK Jaktim Dorong Pelaksanaan Tes Urine di Kampus 2 Kali Setahun

- Selasa, 30 Juli 2019 | 15:51 WIB
Ilustrasi--Petugas unit K9 Polda Metro Jaya (unit keamanan dengan bantuan anjing pelacak) merazia narkoba saat gelar patroli cipta kondisi gabungan P4GN di Universitas Nasional, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan bekerja sama dengan BNN Kota Jakarta Selatan menggelar patroli cipta kondisi gabungan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) untuk mencegah peredaran narkotika di lingkungan kampus. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama.
Ilustrasi--Petugas unit K9 Polda Metro Jaya (unit keamanan dengan bantuan anjing pelacak) merazia narkoba saat gelar patroli cipta kondisi gabungan P4GN di Universitas Nasional, Jakarta, Selasa (25/6/2019). Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan bekerja sama dengan BNN Kota Jakarta Selatan menggelar patroli cipta kondisi gabungan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) untuk mencegah peredaran narkotika di lingkungan kampus. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama.

JAKARTA TIMUR, AYOJAKARTA.COM--Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Timur mendorong pelaksanaan tes urine di lingkungan kampus minimal dua kali dalam setahun untuk memutus rantai kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa.

"Terkadang kampus jarang lakukan tes urine. Bahkan ada yang sampai tiga hingga empat tahun sama sekali belum pernah tes urine," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Jakarta Timur, Anton S Siagian di Kompleks Perkantoran Pemerintah Jakarta Timur, Selasa (30/7/2019) siang.

Menurut Anton, terdapat kendala yang selama ini mengganjal pelaksanaan kegiatan tes urine di kalangan mahasiswa karena minimnya kepedulian pihak yayasan dalam mengalokasikan dana kegiatan.

Anton menyebutkan, tes urine di lingkungan kampus idealnya dilakukan minimal dua kali dalam setahun untuk mendeteksi pengguna maupun pengedar narkoba.

AYO BACA : UKI Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba di Kampus

"Dua kali setahun (tes urine) itu sudah sangat memungkinkan kita mendeteksi pelaku. Bahkan biaya yang dialokasikan pun relatif tidak mahal," katanya.

Pihaknya berkomitmen untuk berkontribusi menugaskan pegawainya melakukan pemeriksaan urine dengan biaya gratis.

Pihak yayasan pengelola perguruan tinggi, kata Anton, cukup mengalokasikan dana bagi pengadaan alat, seperti "test pack", tabung urine dan konsumsi petugas.

"Nominalnya bisa disesuaikan dengan jumlah peserta tes. Lagi pula harga 'test pack' itu kan ada yang murah juga," katanya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Warga Jatinegara Dapat Bantuan 20 Gerobak UMKM

Senin, 23 Agustus 2021 | 18:34 WIB

KJP Plus Agustus 2021 Cair, Yuk Cek Rekening Bank DKI

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 06:44 WIB

KJP Agustus 2021: Mungkinkah Cair Pekan Ini?

Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:14 WIB

KJP Plus Agustus 2021 Bisa Cair Pekan Ini?

Senin, 9 Agustus 2021 | 06:03 WIB
X