Mahfud MD Ungkap Skenario Penangkapan Djoko Tjandra

- Jumat, 31 Juli 2020 | 07:49 WIB
Petugas kepolisian membawa buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020). (Suara.com/Angga Budhiyanto)
Petugas kepolisian membawa buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020). (Suara.com/Angga Budhiyanto)

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku tidak terkejut mendengar kabar buronan hak tagih atau cessie Bank Bali Djoko Tjandra akhirnya berhasil ditangkap Bareskrim Polri.

Sebab, ia menyebut penangkapan tersebut telah dirancang sebelumnya. Mahfud menjelaskan, operasi penangkapan Djoko dirancang pada 20 Juli 2020 lalu. Saat itu ia melakukan rapat lintas kementerian serta aparat penegak hukum.

"Saya tidak kaget ya karena operasi ini dirancang itu sejak tanggal 20 Juli," ujar Mahfud saat melakukan sesi wawancara dengan Kompas TV, Kamis (30/7/2020). "Kabareksrim datang ke kantor saya melapor polisi siap melakukan langkah-langkah dan sudah punya skenario yang harus dirahasiakan," katanya.

Setelah mendapatkan skenario penangkapan dari Bareskrim Polri, Mahfud pun yakin Djoko Tjandra akan segera tertangkap. Ia menyebut telah sepakat dengan polisi untuk tidak memberitahukan skenario itu kepada masyarakat.

"Pada waktu itu tanggal 20 itu saya diberitahu akan ketemu siapa, bagaimana menangkapnya sehingga sejak siang tanggal 20 itu saya sudah menganggap tugas saya sudah 90% lah selesai tugas mengkoordinasi," ujarnya.

Djoko Tjandra tiba di Gedung Bareskrim Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2020) malam. Djoko Tjandra langsung digelandang ke Bareskrim Polri dari Bandara Halim Perdanakusuma setelah berhasil ditangkap di Malaysia.

Diduga Depresi Djoko Tjandra tiba di Bareskrim Polri sekira pukul 23.18 WIB dengan pengawal ketat. Buronan kelas kakap Kejaksaan Agung RI itu tampak mengenakan pakaian tahanan oranye dengan celana pendek dan tangan terikat.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan proses penangkapan terhadap buronan kasus hak tagih atau cessie Bank Bali Djoko Tjandra berdasar kerjasama police to police dengan kepolisian Diraja Malaysia. Proses police to police tersebut berlangsung sekira sepekan.

"Jadi police to police ini kita sudah kita lakukan kurang lebih seminggu sampai dua minggu semenjak peristiwa tersebut terjadi dan kemudian kita mulai melakukan proses penyelidikan. Setelah kita mendapatkan perintah dari pak Presiden dan pak Kapolri maka proses itu kita laksanakan," kata Listyo di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2020) malam.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

2 Kali Langgar PPKM, Holywings Kemang Ditutup 3 Hari

Senin, 6 September 2021 | 11:31 WIB

Holywings Kemang Resmi Ditutup Sementara

Senin, 6 September 2021 | 11:05 WIB

PKK Jaksel Panen Raya Agro Edukasi di Ragunan

Minggu, 22 Agustus 2021 | 09:38 WIB
X