Hadapi Mahasiswa, Universitas dan Yayasan Moestopo Menyewa Preman

- Jumat, 1 November 2019 | 19:45 WIB
Aksi damai mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)/Istimewa
Aksi damai mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)/Istimewa

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Tuntutan mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) kepada pimpinan universitas dan yayasan untuk mewujudkan tata kelola perguruan tinggi sesuai good university governance tidak mendapat respons positif. 

Pimpinan Universitas dan Yayasan Universitas Moestopo justru diduga menyewa puluhan preman menjadi tenaga keamanan dan dengan vulgar menempatkannya di dalam kampus.

Mahasiswa yang menggelar aksi damai di Kampus Universitas Moestopo di Jalan Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jumat (1/11/2019) mendapat hadangan dari orang-orang asing yang ditugaskan oleh pimpinan universitas dan yayasan. Tindakan penghadangan sempat menyebabkan ketegangan yang tidak berbuntut panjang setelah mahasiswa menahan diri.

Aksi damai ratusan mahasiswa Universitas Moestopo menuntut reformasi tata kelola universitas dan pengunduran diri Pembina Yayasan Prof. Thomas Suyatno yang dianggap sebagai salah satu sumber masalah utama kekacauan tata kelola Universitas Moestopo. Aksi tuntutan mahasiswa telah dilakukan sejak awal Oktober 2019.

AYO BACA : Gelar Mimbar Bebas, KB Universitas Moestopo Desak Rektor Mundur

''Kami menyesalkan langkah dari pimpinan universitas dan yayasan yang malah mengundang preman untuk membungkam mahasiswa yang hanya menginginkan adanya transparansi dan akuntabilitas tata kelola universitas. Kami makin yakin ada yang ditutup-ditutupi oleh para pimpinan dan yayasan,'' kata mahasiswa yang minta namanya tidak ditulis dengan alasan keselamatan diri.

Untuk itu, mahasiswa Moestopo akan meminta menteri pendidikan dan kebudayaan, Komnas HAM dan lembaga terkait dapat menyikapi tindakan premanisme dan intimidasi karena merupakan pembungkaman aspirasi.

"Para dosen yang mendukung tuntutan kami juga mendapat intimidasi dari pimpinan yayasan,'' lanjut mahasiswa lain.

Kehadiran para preman di lingkungan kampus telah meresahkan mahasiswa, dosen, dan karyawan di Universitas Moestopo sehingga menyebabkan kegiatan perkuliahan terganggu. Langkah pimpinan Universitas dan Yayasan Moestopo dengan menghadirkan preman dikhawatirkan akan menimbulkan benturan dan memperkeruh keadaan.

Halaman:

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo

Tags

Terkini

2 Kali Langgar PPKM, Holywings Kemang Ditutup 3 Hari

Senin, 6 September 2021 | 11:31 WIB

Holywings Kemang Resmi Ditutup Sementara

Senin, 6 September 2021 | 11:05 WIB

PKK Jaksel Panen Raya Agro Edukasi di Ragunan

Minggu, 22 Agustus 2021 | 09:38 WIB
X