PPKM Darurat Bikin Harga Cabai hingga Emas di Jakarta Turun

- Senin, 2 Agustus 2021 | 15:45 WIB
Ilustrasi (AyoBandung)
Ilustrasi (AyoBandung)

TEBET, AYOJAKARTA - Menginjak masa pemberlakuan PPKM darurat, beberapa komoditas di Jakarta terpantau mengalami penurunan harga

Lesunya permintaan dan sepinya transaksi penjualan di tengah pasokan barang dan jasa yang memadai membuat harga bahan makanan, transportasi, dan perawatan pribadi dan jasa lainya melemah. Deflasi pasca lebaran bulan lalu pun berlanjut pada Juli 2021.

"Jakarta tercatat mengalami deflasi -0,04% pada Juli 2021. Deflasi kali ini dipicu oleh turunnya harga cabai merah, bawang merah, dan telur ayam ras. Selain itu, merosotnya harga emas perhiasan dan turunnya tarif angkutan turut menyumbang deflasi di Ibu Kota," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Buyung Airlangga dalam keterangan resminya, Senin 2 Agustus 2021.

Meski demikian, deflasi kedua sepanjang 2021 ini jauh lebih dangkal dibandingkan deflasi pada Juni lalu.

Naiknya harga komoditi pada kelompok pakaian dan alas kaki; perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kesehatan; dan penyediaan makanan dan minuman/restoran mampu menahan laju deflasi sehingga tidak terdepresiasi lebih dalam.

Sejak pandemi Covid-19 merebak di tanah air, termasuk Jakarta, pemerintah telah memberlakukan kebijakan yang membatasi kegiatan masyarakat guna mengurangi dan memutus rantai penyebaran virus. Kebijakan tersebut dikenal dengan istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat, PSBB transisi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro, Penebalan PPKM mikro, dan PPKM darurat.

"Selama periode pembatasan kegiatan masyarakat tersebut, inflasi Jakarta terus berfluktuasi dalam taraf yang relatif rendah," jelas Buyung.

Data BPS DKI menunjukkan bahwa pada awal pemberlakuan PSBB, inflasi sempat anjlok hingga terjadi deflasi pada Mei 2020 kemudian naik tipis pada bulan berikutnya, namun kembali turun menjadi deflasi pada Juli dan Agustus 2020. Pada September 2020 hingga Mei 2021, mulai terjadi inflasi berkelanjutan dengan fluktuasi berkisar antara 0,01% hingga 0,41%.

Namun pada Juni 2021, kembali terjadi deflasi akibat koreksi harga pangan dan sandang pasca lebaran yang merupakan fenomena tahunan. Deflasi tersebut berlanjut pada Juli 2021 namun dengan tingkat yang lebih ringan.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Anies Resmikan Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Tarakan

Selasa, 28 September 2021 | 17:02 WIB

Kasus Pengadaan Tanah, Anies Dicecar 8 Pertanyaan di KPK

Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB
X