Pedagang di Jakarta Pusat Dilarang Jualan Sebelum Suntik Vaksin Covid-19

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 10:18 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 / dok. Pixabay
Ilustrasi vaksin Covid-19 / dok. Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA -- Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Irwandi mengatakan ada tiga kelompok pedagang di Jakarta Pusat yang tidak diperbolehkan berjualan sebelum menerima vaksin Covid-19.

Pedagang-pedagang tersebut adalah para pedagang pada Lokasi Sementara (Loksem), Lokasi Binaan (Lokbin), serta industri rumahan. Irwandi menekankan, pedagang yang hendak berjualan di loksem-lokbin maupun industri rumahan harus menunjukan kartu vaksin dan telah melakukan vaksinasi.

Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 di area loksem, lokbin, dan industri rumahan. Selain itu, juga sebagai percepatan capaian vaksinasi di wilayah Jakarta Pusat.

"Para pedagang loksem, lokbin, dan industri rumahan KTP DKI semua harus sudah divaksin. Untuk pencegahan Covid-19, kejar semuanya. Kalau belum divaksin belum boleh berdagang dulu," ungkapnya seperti dilansir dari pusat.jakarta.go.id, Sabtu 31 Juli 2021.

Tidak hanya pedagang, lanjut Irwandi, para pegawai yang membantu pedagang pun harus melakukan vaksinasi. Ini termasuk para pedagang yang ada di rumah makan.

"Jadi para pegawainya juga harus divaksin, ini yang akan kita sasar di wilayah Jakarta Pusat," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma menginstruksikan Sudin Perindustrian Perdagaangan  Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) untuk melakukan pengecekan identitas para pedagang di loksem, lokbin, dan industri rumahan yang ada di wilayah Jakarta Pusat.

"Dicek mana yang memiliki KTP DKI, ajak ke sentra vaksinasi. Supaya cakupan vaksinasi lebih optimal," katanya. 

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Kasus Pengadaan Tanah, Anies Dicecar 8 Pertanyaan di KPK

Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB
X