Sebanyak 1,2 Juta Warga DKI Ajukan STRP, Hampir Setengahnya Ditolak

- Rabu, 14 Juli 2021 | 16:10 WIB
Suasana di dalam bus Transjakarta tujuan Bundaran Senayan, Jakarta, Selasa (17/3).[Suara.com/Angga Budhiyanto]
Suasana di dalam bus Transjakarta tujuan Bundaran Senayan, Jakarta, Selasa (17/3).[Suara.com/Angga Budhiyanto]

TEBET, AYOJAKARTA - Pemprov DKI Jakarta memberlakukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

STRP hanya diperuntukan bagi setiap orang dengan keperluan mendesak dan pekerja yang melakukan mobilitas atau berkegiatan sesuai peraturan perundangan PPKM Darurat yakni sektor esensial dan kritikal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI Jakarta, Benni Aguscandra mengatakan, terdapat 1,2 juta permohonan STRP yang diajukan secara kolektif oleh perusahaan sejak 5 sampai dengan 14 Juli 2021.

“Total 1.206.098 permohonan STRP untuk Pekerja yang diajukan secara kolektif oleh perusahaan, dengan 794.476 STRP pekerja diterbitkan," kata Benni lewat keterangan tertulisnya, Rabu 14 Juli 2021.

Dia melanjutkan, sebanyak 408.685 permohonan STRP ditolak dan 2.937 permohonan STRP untuk pekerja masih dalam proses.

Adapun sektor terbanyak yang mengajukan STRP yaitu 15.074 dari sektor keuangan dan perbankan,11.916 di sektor makanan dan minuman serta penunjangnya.

Selanjutnya 10.588 dari sektor kesehatan; 9.675 dari sektor logistik, transportasi dan distribusi, serta 9.450 di sektor teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu 1.521 permohonan STRP perorangan kategori kebutuhan mendesak, antara lain 680 permohonan kunjungan duka keluarga, 553 permohonan untuk kunjungan keluarga sakit, serta 288 permohonan kepentingan mendesak ibu hamil dan persalinan.

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Jelang PTM 1.500 Sekolah, Wagub DKI Beri Pesan Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:45 WIB

Polisi Amankan Rumah Pembuat Pil Ekstasi di Johar Baru

Kamis, 16 September 2021 | 14:33 WIB

Ariza Ingin PPKM di Jakarta Turun Level

Senin, 13 September 2021 | 18:06 WIB

Kasus Covid-19 DKI Melandai, BOR Hanya 11%

Senin, 13 September 2021 | 15:45 WIB
X