Pemprov DKI Jakarta Akui Ada Kenaikan Kasus Positif Covid-19 Usai Lebaran

- Senin, 31 Mei 2021 | 10:11 WIB
Ilustrasi pandemi Covid-19 / Pixabay
Ilustrasi pandemi Covid-19 / Pixabay

TEBET, AYOJAKARTA ā€“ Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan testing pada masyarakat, terlebih pada saat berakhirnya masa larangan mudik 2021. Seiring dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, vaksinasi juga digalakkan pada sejumlah kelompok prioritas.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan bahwa vaksinasi saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan dan masih terdapat kemungkinan tertular serta menularkan virus Covid-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan.

Melalui keterangan resminya, Dinkes DKI Jakarta mengatakan bahwa kasus positif Covid-19 masih fluktuatif dan kini mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data per 30 Mei 2021, pihaknya telah melakukan tes PCR sebanyak 15.105 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 10.573 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.064 positif dan 9.509 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen sebanyak 7.567 orang dites, dengan hasil 88 positif dan 7.479 negatif.

"Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 373.236 Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 69.664 Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 64 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 10.529 (orang yang masih dirawat/ isolasi)," ungkapnya, seperti dikutip dari Siaran Pers PPID DKI Jakarta, Senin 31 Mei 2021.

Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai 30 Mei yaitu sebanyak 429.333 kasus. Perlu diketahui, Dinkes DKI Jakarta mengatakan bahwa hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan tes PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 411.495 dengan tingkat kesembuhan 95,8%, dan total 7.309 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8%.

ā€œUntuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,8%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%,ā€ ujar Dwi Oktavia.

Halaman:

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Jelang PTM 1.500 Sekolah, Wagub DKI Beri Pesan Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:45 WIB

Polisi Amankan Rumah Pembuat Pil Ekstasi di Johar Baru

Kamis, 16 September 2021 | 14:33 WIB
X