Anies: Klarifikasi Menkes Soal Nilai E Penanganan Covid-19 Memupus Keraguan Ribuan Nakes DKI

- Jumat, 28 Mei 2021 | 18:39 WIB
Gubernur Anies Baswedan: Klarifikasi Menkes Soal Nilai E Penanganan Covid-19 Memupus Keraguan Ribuan Nakes DKI/instagram anies baswedan
Gubernur Anies Baswedan: Klarifikasi Menkes Soal Nilai E Penanganan Covid-19 Memupus Keraguan Ribuan Nakes DKI/instagram anies baswedan

GAMBIR, AYOJAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengapresiasi klarifikasi Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, terkait kategorisasi penilaian penanganan Covid-19 yang menyebut DKI mendapat nilai E.

Menurut dia, hal tersebut memupus keraguan tibuan petugas dan tenaga kesehatan (nakes) di DKI yang sudah bekerja sangat keras selama ini, sehingga tidak merasa melakukan hal yang salah.

"Adanya klarifikasi Menkes dapat menjadi pemantik semangat kembali dalam upaya menyelamatkan warga dari wabah," kata Anies di Jakarta, Jumat 28 Mei 2021.

Sebelumnya, kategorisasi itu disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono. Anies menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta terbuka untuk berdiskusi dan bekerja sama membahas indikator risiko yang merupakan standar baru dari WHO dalam melihat laju penularan pandemi serta respons daerah pada penanggulangannya.

"Penilaian dengan skema seperti yang sempat dikeluarkan oleh Wamenkes justru berisiko mengganggu kerja serius penanganan pandemi. Untuk itu, kami mengapresiasi klarifikasi pak Menkes. Pak Menkes paham betul dan sudah terbiasa kerja berbasis sains dan bukti lapangan," ujar Anies.

Seperti yang disampaikan oleh Menkes dalam siaran persnya di YouTube Kemenkes RI hari ini, penilaian tersebut bukan penilaian kinerja daerah dan terdapat kesalahan pada judul. Dalam klarifikasi tersebut, Menkes juga menyebut DKI Jakarta merupakan salah satu wilayah terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Kami merasakan sekali, sejak pak Menkes menjabat Desember 2020, kerja bersama kami jadi amat baik. Beliau cerdas, bijak, open minded, cepat sekali bekerjanya, dan selalu mengutamakan kolaborasi," ucap Anies.

Sementara itu, dalam hal treatment, keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Ratio/BOR) DKI Jakarta saat ini masih di kisaran 30%, padahal sekitar 20 hingga 30% rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta merawat warga non-KTP DKI Jakarta. DKI Jakarta turut menyangga wilayah Bodetabek dalam penyiapan BOR untuk penanganan pandemi nasional.

"Pemprov DKI Jakarta akan dengan senang hati bekerja bersama Kementerian Kesehatan untuk menyusun penilaian situasi risiko secara lebih objektif, kontekstual, dan menjadi pendorong bagi seluruh daerah untuk secara serius menuntaskan masalah pandemi ini. Kami berharap kementerian dapat mereview kembali cara penghitungan kondisi risiko di situasi wilayah yang mana bukan sebagai penilaian kinerja penanganan Covid-19," tuturnya.

Halaman:

Editor: Eries Adlin

Tags

Terkini

Jelang PTM 1.500 Sekolah, Wagub DKI Beri Pesan Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:45 WIB

Polisi Amankan Rumah Pembuat Pil Ekstasi di Johar Baru

Kamis, 16 September 2021 | 14:33 WIB
X