Sepeda Nonlipat Dibolehkan Masuk MRT

- Senin, 22 Maret 2021 | 06:26 WIB
Warga melintas disamping sepeda yang terparkir di Parkir Sepeda Stasiun MRT Cipete Raya, Jakarta (Republika)
Warga melintas disamping sepeda yang terparkir di Parkir Sepeda Stasiun MRT Cipete Raya, Jakarta (Republika)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta (Perseroda) tengah menyusun kebijakan sepeda nonlipat diperbolehkan masuk ke dalam kereta. Tujuannya, untuk memfasilitasi dan mendukung gerakan bersepeda di Provinsi DKI Jakarta. 

Sebelumnya, hanya jenis sepeda lipat saja yang diizinkan masuk ke gerbong kereta MRT. Namun, rencananya, sepeda nonlipat pun bakal mendapatkan perlakuan yang sama mulai tanggal 24 Maret 2021.

Kebijakan itu akan mulai diluncurkan di tiga stasiun, yakni Lebak Bulus Grab, Blok M BCA, dan Bundaran HI. Adapun ketentuan sepeda nonlipat yang diizinkan masuk MRT adalah sepeda reguler dengan dimensi tidak melewati 200 cm x 55 cm x 120 cm dengan lebar ban maksimal 15 cm.

Sementara itu, sepeda tandem atau sepeda dengan dimensi melebihi ketentuan tersebut tidak diizinkan masuk kereta. Kemudian, untuk menghindari terjadinya penumpukan penumpang, MRT Jakarta menerapkan jam ketersediaan akses sepeda nonlipat, yakni Senin - Jumat di luar jam sibuk pukul 07.00 WIB-09.00 WIB dan pukul 17.00 WIB-19.00 WIB. Sedangkan, Sabtu - Ahad mengikuti jam operasional MRT.

Wacana ini pun mendapatkan respons yang beragam dari masyarakat. Ada yang mendukung, tapi adapula yang menilai kebijakan itu kurang tepat.  Muhammad Syadham (26 tahun) mengaku menyambut baik terkait rencana sepeda nonlipat diperbolehkan masuk ke MRT. 

Laki-laki yang rutin bersepeda saat akhir pekan ini menyebut, dengan adanya kebijakan tersebut dapat mempermudah mobilitas pesepeda, khususnya yang menggunakan sepeda nonlipat, seperti dirinya. 

"Untuk pesepada nonlipat ada baiknya mereka bisa mobilitas lebih mudah lagi naik transportasi MRT," kata Syadham saat ditemui di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia (HI), Ahad (21/3).

Hal senada juga disampaikan oleh Lucy Anduri (28). Menurut Lucy, saat ini semakin banyak masyarakat yang menggunakan sepeda sebagai akomodasi untuk kegiatan sehari-hari, seperti bekerja ke kantor. 

Namun, sebagai seorang pesepeda sekaligus penumpang MRT, Lucy berharap agar para pesepeda pun nantinya bakal dapat mematuhi aturan yang berlaku dan menghormati penumpang MRT lainnya.  "Aku enggak setuju kalau yang bawa sepeda justru bersikap arogan, enggak ikutin peraturan dari MRT," ujarnya.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Kasus Pengadaan Tanah, Anies Dicecar 8 Pertanyaan di KPK

Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB
X