Vaksinasi Covid-19 untuk Guru Lamban, P2G Lapor ke Anies

- Minggu, 7 Maret 2021 | 12:24 WIB
vaksinasi covid-19 bagi guru dan tenaga pendidik di Jakarta dinilai lamban. (dok)
vaksinasi covid-19 bagi guru dan tenaga pendidik di Jakarta dinilai lamban. (dok)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Banyak guru di Ibu Kota mengeluh lambannya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi guru dan tenaga pendidik. Hal itu diungkapkan Ketua Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) DKI Jakarta Fandi Fuji Hariansah.

Menurut Fandi, informasi dan sosialisasi baik dari pemerintah provinsi maupun kementerian kesehatan masih kurang, sehingga guru masih banyak yang bingung.

"Banyak guru dan tendik bertanya-tanya, karena tidak kunjung mendapatkan panggilan vaksinasi. Selain itu, banyak juga guru yang mendapati nama dan nomor KTP-nya tidak terdaftar dalam peserta vaksinasi setelah mengecek portal www.pedulilindungi.id," kata Fandi dalam keterangannya, Minggu (7/4/2021).

Fandi mencontohkan, ia sendiri sebagai guru di DKI Jakarta tidak tahu kemana harus memperoleh vaksinasi, karena belum ada sosialisasi dan informasi dari Pemprov DKI Jakarta atau lembaga terkait.

“Sederhana saja, jika guru ingin divaksinasi, mereka perlu kemana, dimana lokasinya, dan bagaimana prosesnya? Nah, hal-hal semacam itu banyak yang masih kebingungan, karena minimnya informasi dan tidak ada keterangan resmi dari Pemda. Pak Anies perlu mendorong jajarannya agar mempercepat proses vaksinasi guru dan tendik," ucapnya.

Jika proses vaknisasi masih berjalan lamban seperti ini, P2G menyatakan tidak yakin target Juli 2021 sekolah tatap muka yang dicanangkan Presiden Joko Widodo dan Mendikbud Nadiem Makarim bisa tercapai.

"Karena sampai awal Maret para guru dan tendik di DKI Jakarta belum menerima vaksinasi, termasuk kami guru swasta. Kami pesimistis target Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan mulai terlaksana pada Juli 2021 nanti," ungkapnya.

P2G berharap pemerintah tidak tergesa-gesa menjanjikan melaksanakan PTM Juli 2021 meski dengan protokol kesehatan ketat.

Terlebih risiko penyebaran Covid-19 yang masih tinggi, apalagi ada varian baru Covid-19 yang kabarnya lebih berbahaya, kemudian belum adanya vaksinasi bagi anak.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Kasus Pengadaan Tanah, Anies Dicecar 8 Pertanyaan di KPK

Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB

JIS Uji Coba Pasang Rumput Hybird, Ini Keunggulannya

Senin, 20 September 2021 | 15:35 WIB
X