Dua Hari PSBB Ketat, Satpol PP DKI Tindak 3.576 Warga Jakarta Tak Kenakan Masker

- Kamis, 14 Januari 2021 | 10:28 WIB
Kasatpol PP DKI, Arifin saat sedang sidak di kafe/dok: beritjakarta.id  --
Kasatpol PP DKI, Arifin saat sedang sidak di kafe/dok: beritjakarta.id --

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin mengatakan, sejak diberlakukan kembali PSBB ketat di Ibu Kota, pihaknya sudah menemukan sejumlah pelanggaran. Pada 11 Januari 2021 hingga 12 Januari 2021, Satpol PP telah menindak 3.576 warga yang tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Dari 3.576 pelanggar tersebut, 86 di antaranya dikenakan sanksi denda administrasi dengan total Rp14,35 juta. Sedangkan sisanya 3.490 pelanggar dijatuhi sanksi kerja sosial," kata Arifin, dilansir beritajakarta,id, Rabu (13/1/2021).    

Selama periode yang sama, sambung Arifin, pihaknya juga melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan terhadap 633 rumah makan, restoran dan sejenisnya. Hasilnya, tiga rumah makan dikenakan sanksi penghentian sementara dan enam diberikan teguran tertulis. Sisanya, 624 restoran dan rumah makan tidak ditemukan pelanggaran.    

Diungkapkan Arifin, pihaknya akan melakukan pengawasan aktivitas perkantoran di 44 wilayah kecamatan, Rabu (13/1/2021) pagi, guna memastikan jumlah kapasitas 25% karyawan masuk diberlakukan.    

"Kami tidak akan kendor melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di Ibu Kota, " tandasnya.    

AYO BACA : Penyintas Covid-19, Anies dan Ariza Tidak Disuntik Vaksin

Pihaknya akan terus melakukan patroli ini untuk memastikan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dipatuhi oleh warga Ibu Kota dan pelaku usaha.    

Diketahui, Pemprov DKI kembali menerapkan PSBB ketat selama dua pekan, terhitung sejak 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021. Keputusan pemberlakuan PSBB ketat ini tertuang dalam Keputusan Gubernur No.19 Tahun 2021 dan Peraturan Gubernur No.3 Tahun 2021.

AYO BACA : KABAR DUKA: Pendakwah Syekh Ali Jaber Wafat

Anies mengatakan keputusan untuk kembali memperketat PSBB dilatarbelakangi situasi Covid-19 di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir yang cenderung mengkhawatirkan dan juga sebagai tindak lanjut arahan Pemerintah Pusat

Dia mengungkap, pada saat pemberlakuan PSBB ketat pada September 2020 lalu, kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta dapat diturunkan secara signifikan. Saat itu terjadi lonjakan kasus setelah ada libur panjang Tahun Baru Islam pada pertengahan Agustus 2020 lalu.

"Kita ingat pada pertengahan bulan Agustus, ada libur panjang Tahun Baru Islam. Dua minggu sesudah libur panjang itu, pertambahan kasus harian dan pertambahan kasus aktif melonjak sangat cepat. Maka, pada saat itu, kita memutuskan menarik rem darurat di pertengahan bulan September," ujar Anies, Sabtu (9/1/2021).

"Beberapa waktu sesudah rem darurat ditarik, tampak kasus aktif menurun pesat, bahkan kembali ke titik awal sebelum kenaikan. Turun sampai 50%, hingga kita bisa kembalikan ke PSBB Transisi. Artinya, pengetatan pembatasan sosial itu benar-benar efektif menurunkan kasus aktif," tambah Anies.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Kasus Pengadaan Tanah, Anies Dicecar 8 Pertanyaan di KPK

Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB

JIS Uji Coba Pasang Rumput Hybird, Ini Keunggulannya

Senin, 20 September 2021 | 15:35 WIB
X