Pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) DKI: Dibatasi 500 Orang per Titik, Kalian Harus Siapkan Dokumen Ini

- Rabu, 13 Januari 2021 | 12:21 WIB
Pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) DKI: Dibatasi 500 Orang per Titik, Kalian Harus Siapkan Dokumen Ini (ilustrasi)/Beritajakarta.id/Wuri Setyaningsih
Pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) DKI: Dibatasi 500 Orang per Titik, Kalian Harus Siapkan Dokumen Ini (ilustrasi)/Beritajakarta.id/Wuri Setyaningsih

 

TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan pencairan bantuan sosial tunai (BST) yang dilakukan secara bertahap mulai Selasa 12 Januari 2021.

Sekretaris Perusahaan PT Bank DKI Herry Djufraini menyampaikan besaran BST DKI Jakarta Rp300 ribu per bulannya yang diberikan selama empat bulan, mulai dari bulan Januari hingga April tahun 2021.

“BST tersebut disalurkan melalui rekening dan diberikan dalam bentuk Kartu Tabungan dan Kartu ATM Bank DKI. Pelaksanaan penyaluran BST kepada 1.055.216 penerima manfaat dilakukan mulai Januari tahun 2021 secara bertahap dan bergiliran dari satu wilayah administrasi DKI Jakarta ke wilayah administrasi lainnya,” ujar Herry dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13 Januari 2021).

Lokasi penyaluran terdapat di 160 titik lokasi dari masing-masing wilayah kota administrasi DKI Jakarta.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, distribusi BST yang dilakukan Bank DKI bersama Dinsos Pemerintah Provinsi DKI Jakarta per titik lokasinya dibatasi yaitu, maksimal hanya melayani 500 orang penerima BST per hari.

Berbeda dengan tahun sebelumnya dimana bansos berupa sembako, pada 2021 ini bantuan yang diberikan dalam bentuk Bantuan Sosial Tunai (BST). Kota Administrasi Jakarta Timur menjadi wilayah pertama yang mendapatkan BST.

Kepala Dinas Sosial, Irmansyah, mengatakan para penerima manfaat program BST tersebut mendapatkan bantuan sosial dalam bentuk dana tunai senilai Rp 300.000,- per Kepala Keluarga selama empat bulan yang akan diberikan pada bulan Januari hingga April 2021 mendatang.

“Bantuan Sosial Tunai di Provinsi DKI Jakarta berasal dari dua sumber, yakni dari APBN Kementerian Sosial RI sebanyak 750.000 KK yang pendistribusiannya melalui mekanisme PT. Pos Indonesia (Persero) dan APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 1.055.216 KK dan disalurkan ke Rekening penerima BST melalui Bank DKI dalam bentuk kartu tabungan dan kartu ATM Bank DKI," ujarnya seperti dikutip dari Siaran Pers PPID DKI Jakarta, Rabu (13 Januari 2021).

Halaman:

Editor: Eries Adlin

Tags

Terkini

Denda Prokes PPKM di Jakarta Capai Rp16 Juta Sehari

Minggu, 19 September 2021 | 13:20 WIB

Jelang PTM 1.500 Sekolah, Wagub DKI Beri Pesan Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:45 WIB

Polisi Amankan Rumah Pembuat Pil Ekstasi di Johar Baru

Kamis, 16 September 2021 | 14:33 WIB
X