​Soal Pengetatan WFH untuk ASN di Jakarta, Begini Respons Wakil Ketua DPRD

- Selasa, 15 Desember 2020 | 15:35 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik  Foto: Republika/Muhammad Ikhwanuddin
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik Foto: Republika/Muhammad Ikhwanuddin

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengetatkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) hingga 75 persen. 

Kebijakan itu direncanakan dimulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 atau selama tiga pekan.

Selain itu, Luhut juga meminta Anies agar meneruskan kebijakan membatasi jam operasional tempat makan, mal, dan tempat hiburan hingga pukul 19.00 WIB serta membatasi jumlah pengunjung. 
Pengetatan itu bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Natal dan Tahun Baru 2021. 

AYO BACA : Reklamasi Ancol, F-PAN DPRD DKI Ingatkan Pemprov Jangan Tabrak Peraturan Lebih Tinggi!

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik merespons permintaan Luhut Binsar Pandjaitan agar DKI mengetatkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) hingga 75 persen. Ia mengatakan, pengetatan sistem WFH bagi ASN di DKI membutuhkan perhitungan. 

Ia mengatakan, perhitungan tersebut di antaranya memperhatikan data penyebaran Covid-19 di Ibu Kota. Selain itu, Taufik mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki standar untuk melaksanakan kebijakan itu.

"Ya, saya kira ada aturannya, ada hitungannya. Nanti tinggal lihat data (penyebaran Covid-19) DKI seperti apa. Ini kan dalam rangka tahun baru, tapi nanti kita lihat. Saya kira pemda sudah punya SOP-nya," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/12).

AYO BACA : Kebijakan Larangan Perayaan Tahun Baru di DKI Jakarta Dinilai Sudah Tepat

"Kita enggak bisa bilang setuju, enggak setuju sebelum kita lihat datanya, selandai apa DKI. Kita semua sepakat bahwa penularan (Covid-19) harus dipotong," kata dia menjelaskan.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Kasus Pengadaan Tanah, Anies Dicecar 8 Pertanyaan di KPK

Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB

JIS Uji Coba Pasang Rumput Hybird, Ini Keunggulannya

Senin, 20 September 2021 | 15:35 WIB
X