Kenaikan Gaji DPRD DKI: Dinilai Sakiti Hati Rakyat hingga PSI Ogah Hadiri Rapat Paripurna

- Selasa, 8 Desember 2020 | 10:23 WIB
ilustrasi uang (dok)
ilustrasi uang (dok)

TEBET, AYOJAKARTA.COM – DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menyayangkan adanya kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta pada tahun anggaran 2021.

Kenaikan gaji tersebut dinilai menyakiti hati rakyat, terlebih di tengah masa sulit pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Santoso melalui akun Twitter resmi @PDemokrat.

AYO BACA : DPRD DKI Sahkan Tiga Raperda, APBD DKI 2021 Disepakati Rp84,19 Triliun

“Kita ini sedang prihatin, ekonomi sedang lesu akibat tertindas Covid-19, tidak etis kalau DPRD minta naik fasilitas dan tunjangan lainnya, termasuk volume kegiatan DPRD, itu akan menyakiti rakyat,” ujar Santoso, Senin (7/12/2020).

Sikap DPD Partai Demokrat menolak kenaikan tunjangan itu sebelumnya juga telah dilakukan oleh DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bahkan, DPW PSI menginstruksikan Fraksi di DPRD DKI Tak Hadiri Rapat Paripurna Persetujuan APBD 2021 yang digelar kemarin.

Di sisi lain, Ketua DPW DKI Jakarta PSI, Michael Victor Sianipar, menginstruksikan seluruh anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI untuk tidak menghadiri Rapat Paripurna Persetujuan APBD 2021 yang diselenggarakan Senin, 7 Desember 2020 di Gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

AYO BACA : Sandiaga Uno dan Istri Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya

Sikap tersebut adalah wujud protes PSI terhadap simpang siurnya isi rincian anggaran APBD, termasuk RKT.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Begini Langkah DKI Antisipasi Banjir

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:46 WIB

Warga DKI Boleh Wisata Lagi ke RTH, Ini Pesan Ariza

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:13 WIB

Kusir Kuda di Jakarta Kini Punya SIM, Lho!

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:00 WIB

KJP Plus Tahap 1 Oktober 2021 Cair Hari Ini untuk SD

Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:03 WIB

Ini Alasan Pengemudi BMW Tabrak Polisi di Jaksel

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:56 WIB
X