Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Rekor Tertinggi Lagi, Bertambah 721 (8 Agustus), Dinkes: Itu Akumulasi dengan Hari Sebelumnya

- Minggu, 9 Agustus 2020 | 08:57 WIB
Ilustrasi penambahan kasus harian di DKI Jakarta sampai dengan Sabtu 8 Agustus 2020/corona.jakarta.go.id
Ilustrasi penambahan kasus harian di DKI Jakarta sampai dengan Sabtu 8 Agustus 2020/corona.jakarta.go.id

Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Rekor Tertinggi Lagi Bertambah 721 (8 Agustus), Ini Penjelasan Dinkes DKI

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi atau perawatan secara tepat sehingga memperkecil potensi penularan COVID-19.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Weningtyas Purnomorini, memaparkan berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dilakukan tes PCR sebanyak 6.914 spesimen.

“Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 5.994 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 721 positif dan 5.273 negatif. Dari 721 kasus positif, 128 kasus adalah akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 42.665. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 47.106,” ujarnya seperti termaktub dalam siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (8 Agustus 2020).

AYO BACA : Ya Ampun,.., Versi Dinkes DKI, Kenaikan di Jakarta 721 Kasus Baru (8 Agustus)

Dia menjelaskan WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu atau 1.521 orang per hari.

“Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah empat kali lipat standar WHO,” imbuhnya.

Kondisi wabah di sebuah daerah hanya bisa diketahui melalui testing. Strategi tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan dalam penanganan wabah. Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Jakarta telah memenuhi standar itu bahkan melebihinya.

Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 54 laboratorium pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, dan swasta. Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes kepada laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program.

Halaman:

Editor: Eries Adlin

Tags

Terkini

Anies Resmikan Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Tarakan

Selasa, 28 September 2021 | 17:02 WIB

Kasus Pengadaan Tanah, Anies Dicecar 8 Pertanyaan di KPK

Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB
X