Bareskrim Musnahkan 175 Kg Sabu-sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

- Jumat, 24 Juli 2020 | 12:20 WIB
Pemusnahan barang bukti narkoba di Bareskrim Polri. (Suara.com/M Yasir)
Pemusnahan barang bukti narkoba di Bareskrim Polri. (Suara.com/M Yasir)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggelar pemusnahan barang bukti 175,6 kilogram sabu-sabu, 3.000 butir ekstasi, dan 500 butir ermin 5. Barang bukti tersebut hasil ungkap kasus dalam kurun waktu sebulan, sejak Mei hingga Juni 2020.

Pemusnahan tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri Irjen Pol Wahyu Hadiningrat. Dalam kegiatan tersebut turut hadir pula Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari dan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Siregar.

"Barang bukti narkotika yang dimusnahkan hari ini hasil pengungkapan Dittipid Narkoba Bareskrim dan kerjasama dengan Bea Cukai dan institusi yang lain," kata Wahyu di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2020).

Menurut Wahyu, seluruh barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus narkotika jaringan internasional. Dalam pengungkapan kasus tersebut pihaknya mengamankan delapan orang tersangka yang tergabung dalam tiga jaringan internasional berbeda.

"Ada tiga jaringan besar yaitu Malaysia-Pekanbaru, Malaysia-Aceh dan West Afrikan," ucap Wahyu.

Wahyu lantas menjelaskan jika pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan kasus narkotika tersebut ialah bentuk transparansi Polri terhadap publik. Menurutnya, ketentuan tersebut sebagaimana yang telah diatur dalam undang-undang.

"Pemusnahan barang bukti narkotika merupakan bentuk transparasi penyidik ke publik," katanya.

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Jelang PTM 1.500 Sekolah, Wagub DKI Beri Pesan Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:45 WIB

Polisi Amankan Rumah Pembuat Pil Ekstasi di Johar Baru

Kamis, 16 September 2021 | 14:33 WIB

Ariza Ingin PPKM di Jakarta Turun Level

Senin, 13 September 2021 | 18:06 WIB

Kasus Covid-19 DKI Melandai, BOR Hanya 11%

Senin, 13 September 2021 | 15:45 WIB
X