Ditunjuk Jokowi Jadi Gugus Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional, Ini Strategi Erick Thohir

- Selasa, 21 Juli 2020 | 09:43 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Suara.com/Achmad Fauzi)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Suara.com/Achmad Fauzi)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM-- Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Menurut Erick penunjukkan tersebut terkait peran BUMN yang membangun infrastruktur. “Kalau kami dari BUMN memang sudah melihat, suka tidak suka BUMN punya infrastruktur dalam menjalankan banyak hal yang itu mungkin pemikiran Presiden itu bisa menjadi footprint ataupun pemetaan awal, itu kan langsung ke masyarakatnya sendiri. Dengan infrastruktur yang ada mungkin kami dilibatkan,” ujar Erick Thohir ditulis Selasa (21/7/2020).

AYO BACA : 3 Lembaga Keuangan Dunia Ramalkan Resesi Dialami Semua Negara

Kendati begitu, mantan Presiden Klub Inter Milan ini tak ingin BUMN saja yang jadi landasan pemulihan ekonomi nasional. Tetapi, ia akan menyinergikan program-program yang ada di Kementerian lain.

“Kami ini adalah tim yang harus bersinergi dengan Menteri-menteri terkait dan ini juga jadi program real yang mana harus diimplementasikan dengan target-target tertentu,” ucap dia.

AYO BACA : Pakar Ekonomi Ingatkan Resesi Indonesia di Depan Mata

Erick menambahkan, nantinya program-program pemulihan ekonomi nasional ini akan beriringan dengan program kesehatan yang ada.

“Saya rasa tidak bisa dipisahkan mana yang lebih awal, dari program kesehatan mungkin nanti Pak Doni (Ketua Gugus Tugas) ada 2-3 program dari Pak Budi ada 2-3 program. Nah program ini kita sinergikan, seperti misalnya kondisi di Jatim, tentu tidak hanya program kesehatan, tapi program perekonomiannya harus seiring, tidak bisa terpisah,” jelas Erick.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat bagaimanapun harus tetap terpenuhi untuk semakin mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi. Karena kita tidak mau juga daya beli masyarakat yang harus terus ditingkatkan, tapi supply pangannya harus tersedia dalam kondisi yang telah disepakati.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Kasus Pengadaan Tanah, Anies Dicecar 8 Pertanyaan di KPK

Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB

JIS Uji Coba Pasang Rumput Hybird, Ini Keunggulannya

Senin, 20 September 2021 | 15:35 WIB
X