RI Peringkat 1 Corona di Asia Tenggara, Harus Jadi Alarm Pemerintah

- Jumat, 19 Juni 2020 | 11:41 WIB
Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati
Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Indonesia menjadi negara dengan kasus infeksi dan angka kematian akibat corona tertinggi di Asia Tenggara.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada Rabu (17/6/2020) lalu melansir, Indonesia memiliki 41.431 orang positif COVID-19 dengan 2.276 meninggal dan 16.243 sembuh. Angka ini menyalip kasus di Singapura dengan 41.216 positif COVID-19 dan 26 meninggal dunia. Filipina berada di urutan tiga dengan 26.781 kasus positif dan 1.103 orang meninggal dunia.

Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengingatkan agar pemerintah dan Gugus Tugas memperhatikan secara serius penanganan COVID-19 yang masih jauh dari kata selesai. Terlebih, ujar Mufida, saat ini narasi yang digaungkan adalah new normal dengan masyarakat kembali beraktivitas menggunakan protokol baru.

Politisi PKS ini mengingatkan, bukan hanya angka COVID-19 yang tertinggi di Asia Tenggara, Indonesia juga jeblok dalam beberapa parameter kesehatan di dunia.

"Angka positif COVID-19 dan kematian akibat COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara harus jadi alarm bagi pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan yang lebih baik," kata Mufida dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Selain COVID-19, banyak parameter kesehatan yang mendudukkan peringkat Indonesia di posisi yang kurang baik. Mufida mencontohkan, pada Hari Tuberkulosis Sedunia 2020 yang diperingati 24 Maret, Indonesia adalah negara dengan penderita TBC ketiga terbesar di dunia, setelah India dan China. 

"Jumlah penderita TBC di Indonesia mencapai 845.000 jiwa. Sementara TBC adalah satu dari 10 penyebab utama kematian di seluruh dunia," terangnya. 

Data lain terkait indeks perkembangan anak yang dirilis WHO-UNICEF menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat 117 dari 180 negara yang diteliti. Indeks ini mengukur kesehatan dan kesejahteraan anak berdasarkan sejumlah faktor yang meliputi pertumbuhan anak, tingkat kelangsungan hidup anak, tahun sekolah, tingkat kelahiran remaja, kematian ibu, prevalensi kekerasan, serta pertumbuhan dan gizi.

"Kita juga kalah jauh dari negara tetangga dengan Singapura peringkat 12, Malaysia 44, Vietnam 58, Thailad 64, Filipina 110 dan Kamboja 114 dunia," imbuh anggota DPR dari Dapil Jakata Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri ini.

Halaman:

Editor: Widya Victoria

Tags

Terkini

Jelang PTM 1.500 Sekolah, Wagub DKI Beri Pesan Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:45 WIB

Polisi Amankan Rumah Pembuat Pil Ekstasi di Johar Baru

Kamis, 16 September 2021 | 14:33 WIB

Ariza Ingin PPKM di Jakarta Turun Level

Senin, 13 September 2021 | 18:06 WIB
X