Pemerintah Enggan Disebut Tak Perhatian Terhadap Pasar Tradisional

- Sabtu, 6 Juni 2020 | 22:35 WIB
ilustrasi penutupan pasar karena menjadi klaster penularan virus corona/Suara.com
ilustrasi penutupan pasar karena menjadi klaster penularan virus corona/Suara.com

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Pemerintah dianggap tidak memperhatikan pasar tradisional di tengah pandemi Covid-19. Akibatnya, muncul klaster penularan baru di sejumlah pasar di Indonesia. 

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPS), Ferry Juliantono. Menurut dia, pemerintah gencar memberikan perhatian hanya pada saat awal pandemi di Indonesia. Itu pun, katanya, tidak merata setiap pasar di Indonesia.

"Kenapa saya bilang kecil perhatiannya? misalnya soal sosialisasi itu ada pas saat awal awal saja kira-kira maret awal itu ada perhatian, ada penyemprotan di beberapa titik. contoh misal di jakarta ada 140 pasar, yang disemprot disinfektan cuma 10-20 pasar. Sisanya enggak ada tindakan apa-apa," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral menampik anggapan tersebut. Kata dia, Presiden Joko Widodo pernah menginstruksikan agar penerapan protokol kesehatan di pasar tradisional perlu diperketat. 

"Beliau memerintahkan agar protokol kesehatan itu diperhatikan dan kemudian berbagai persiapan agar pasar itu tidak menjadi klaster penularan. Jadi perhatian itu ada, bukan berarti pasar itu ditinggalkan," ungkapnya dalam sebuah acara diskusi daring, Sabtu (6/6/2020).

Lebih lanjut dia menejaskan, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk menangani wabah Covid-19. Nantinya anggaran itu juga digunakan untuk melakukan upaya pencegahan transmisi virus di pasar.

"Pemerintah sudah menyiapkan anggaran cukup besar untuk menangani Covid-19 maupun dampak ekonominya. Mengenai pasar, tentu saja ada anggaran yang nanti pasti akan disiapkan untuk membuat pasar itu tidak menjadi klaster penyebaran," ujar Donny.

Donny menambahkan, saat ini terpenting adalah kerja sama semua stakeholder untuk menangani Covid-19. Masyarakat juga diminta disiplin menerapkan aturan yang ada termasuk soal protokol kesehatan. Menurut Donny, tanpa kedisiplinan, tindakan atau kebijakan apapun hanya sia-sia.

"Jadi saya kira perhatian itu ada. sekali lagi sekarang semua stakeholder harus bekerja sama untuk memastikan protokol kesehatan di semua sektor, khususnya di pasar tradisional ini dijalankan dengan disiplin. karena kalau tidak disiplin percuma saja gitu," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Fitria Rahmawati

Tags

Terkini

Anies Resmikan Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Tarakan

Selasa, 28 September 2021 | 17:02 WIB

Kasus Pengadaan Tanah, Anies Dicecar 8 Pertanyaan di KPK

Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB
X