Sangat Disayangkan, Pemerintah Sia-siakan Keilmuan Siti Fadilah

- Rabu, 27 Mei 2020 | 10:48 WIB
Siti Fadilah Supari
Siti Fadilah Supari

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kebijakan Kementerian Hukum dan HAM menjebloskan kembali mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang berstatus narapidana kasus suap alat kesehatan ke Rutan Pondok Bambu dinilai kurang tepat. Terlebih jika kebijakan itu diambil hanya sekadar menghabiskan masa hukuman bersangkutan.

Siti Fadilah sempat berada di RS Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat, berdasarkan rujukan Rutan Pondok Bambu. Ia dirawat atas diagnosis asma. 

"Beliau ini ilmuwan dan kaya pengalaman di birokrasi sebagai menteri di pemerintahan. Secara keilmuwan, ada 150 karya ilmiah beliau yang dipublish di jurnal nasional maupun internasional. Ia juga dokter ahli jantung pembuluh darah, ini kan aset yang dapat dimanfaatkan pemerintah," tutur Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia(Alpha), Azmi Syahputra kepada Ayojakarta.com, Selasa (26/5/2020).

Azmi mengatakan, semestinya seusia Siti Fadilah yang sudah 71 tahun dengan kompetensi keilmuan mumpuni serta kaya pengalaman dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Hal ini merujuk pengalaman empiris Siti Fadilah dalam menangani kasus flu burung (virus SARS) pada tahun 2004.

"Dengan kejadian tersandung masalah hukum pada dirinya menunjukkan orang idealis dan mumpuni tidak cukup punya tempat di negeri ini, karena ada kalanya terbentur dengan "kepentingan kekuasaan" bila frekuensinya tidak sama," kritik Azmi.

Ia menengarai Siti Fadilah bisa jadi korban atau dikorbankan atas nama sebuah kepentingan yang tersembunyi. Menurut Azmi, Siti Fadilah layak untuk dipertimbangkan pemerintah secara kasuistik (pengecualian) tidak semata an-sich dari segi yuridis, melainkan aspek kemanusiaan serta penghargaan atas pengabdian dan jasa baiknya.

"Beliau jangan disia-siakan, pemerintah semestinya merangkul sebagai bagian dari tim guna membantu memberikan ide ide, pengalaman, gagasan untuk menghadapi situasi COVID-19 saat ini," katanya.

Azmi menyarankan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan semestinya bisa mengambil peran optimal dengan memanfaatkan dan menggali pemikiran, ide maupun solusi dari Siti Fadilah guna dielaborasi dalam mempercepat penanangan wabah COVID-19.

"Jadi sangat disayangkan, tidak ada manfaatnya bagi pemerintah bila  cuma sekedar dijebloskan kembali ke rutan yang didapat cuma sekedar menghabiskan masa hukuman. Beliau harus dijebloskan pada sirkuit keilmuan sirkuit ambil peran mengabdikan diri dalam kajian strategis ilmu kesehatan," tegasnya. 

Halaman:

Editor: Widya Victoria

Tags

Terkini

Kasus Pengadaan Tanah, Anies Dicecar 8 Pertanyaan di KPK

Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB
X