81% Masyarakat Ingin PSBB Diakhiri, Namun Tak Taat Aturan

- Rabu, 20 Mei 2020 | 19:43 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 81% masyarakat Indonesia ingin segera masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) segera diakhiri. Namun sayangnya masyarakat masih banyak yang tidak taat aturan. Terlebih, masa kritis jelang Lebaran ini, kasus penularan virus corona belum menunjukkan angka penurunan.

“Data yang disampaikan salah satu kementerian dan lembaga yang lapor ke Presiden, 81 persen masyarakat kita ingin segera akhiri PSBB. Tetapi tidak mungkin bisa cabut PSBB apabila masyarakat masih belum patuh,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo  saat konferensi pers, Rabu (20/5/2020).

Doni menekankan, kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang ada sangatlah penting untuk menekan angka kasus positif baru. Namun, Doni menilai masyarakat masih kurang peduli dengan risiko penularan Covid-19. Hal ini ditunjukan banyaknya masyarakat yang justru kembali beraktivitas di tempat keramaian.

Doni menyampaikan, selama dua pekan terakhir menjelang lebaran ini merupakan waktu krusial untuk memutus rantai penularan.

AYO BACA : Melonjak Signifikan, Kasus Positif Corona Indonesia Bertambah 693

“Ini adalah waktu yang krusial buat kita menjelang lebaran dan akhir lebaran. Adalah saat-saat kritis. Kalau kita ingin segera memutus rantai penularan, kalau kita ingin segera ke kehidupan new normal, maka dua minggu terakhir adalah waktu terbaik,” ucapnya.

Potensi ancaman berikutnya yakni masa setelah lebaran nanti di mana sebagian warga Jakarta yang telah mudik sebelum adanya larangan, akan kembali lagi ke Jakarta. Doni mengaku telah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait langkah-langkah yang akan disiapkan. 

Doni pun meminta Kapolri agar mengambil langkah tegas terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran PSBB dan juga protokol kesehatan sehingga penularan dapat dicegah.

“Unsur TNI dan Polri agar bisa jaring sehingga Jakarta dalam kondisi aman karena kita khawatir apabila ada daerah-daerah yang sekarang menjadi kawasan episentrum lantas mereka menuju Jakarta dan mereka juga bawa sebagai carrier,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Fitria Rahmawati

Tags

Terkini

Penumpang KRL Turun 1 Persen Dibanding Pekan Lalu

Senin, 15 November 2021 | 18:13 WIB

Ini Persiapan Pemprov DKI Antisipasi Curah Hujan Tinggi

Minggu, 14 November 2021 | 20:59 WIB
X