4 Usulan Politisi PKS Mengurai Polemik Gula

- Minggu, 17 Mei 2020 | 08:55 WIB
Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin (Fraksi PKS DPR)
Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin (Fraksi PKS DPR)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Jaminan pemerintah yang berjanji memberikan ketersediaan stok pangan hingga kestabilan harganya hingga lebaran dinilai tak terbukti. 

Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin mengatakan, kurang delapan hari Lebaran ternyata harga-harga hampir seluruh kebutujan pokok mengalami kenaikan seperti gula pasir, gula merah, beras, bawang merah dan telur. 

Padahal, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada 13 Mei lalu, memastikan stok bahan pangan aman dan harga bakal senantiasa stabil sampai Hari Raya Idul Fitri 2020 mendatang. 

"Pemerintah ini lama-kelamaan semakin tidak dipercaya semua ucapan dan kebijakannya. Hari ini Ngomong A, besok Ngomong B. Mana ada rakyat percaya bila begini terus kedepannya. Bukan hanya harga pangan, kebijakan BPJS Kesehatan pun sama, Januari lalu iuran tetap, sekarang naik. Semua plin plan", ujar Akmal.

Politisi PKS ini secara khusus menyoroti harga gula yang makin lama makin menggil. Kini, untuk tingkat agen saja sudah mencapai Rp 20 ribu, dapat dipastikan tingkat retail lebih tinggi. Selain itu, keberadaan gula pasir di pasar modern sudah semakin langka. 

Akmal menilai kebijakan komoditas gula di negeri ini banyak sekali terjadi keanehan. Pertama, ia mencontohkan pengalihan 250.000 ton gula yang seharusnya untuk industri makanan dan minuman menjadi gula konsumsi rumah tangga. Dari sini menurutnya, sudah ada yang tidak beres dari kebijakan gula. 

Selanjutnya, lenyapnya 67.000 ton gula rafinasi dalam waktu dua hari saja, sejak Kemendag mengumumkan stok di produsen sebanyak 160 ribu ton menjadi 93 ribu ton.

"Pemerintah mesti tuntaskan dan mengusut persoalan gula ini. Keadaannya sudah sangat mengkhawatirkan. Harus dipastikan, ini persoalannya ada di manajemen pengelolaannya atau ada segelintir oknum yang mencoba memburu rente dari buruknya keadaan," usul Akmal.

Legislator Asal Sulawesi Selatan II ini mengatakan, kebijakan terkait gula ini terhadap importasi enam bulan terakhir sudah sesuai harapan. Importasi masih dalam batas kewajaran meskipun total izin impor gula mencapai 988,8 ribu ton. Dengan asumsi total konsumsi gula mencapai 230-250 ribu ton per bulan, pemerintah dari sisi produksi mesti mampu mengembalikan kekuatan komoditas gula nasional seperti pada tahun 1930. 

Halaman:

Editor: Widya Victoria

Tags

Terkini

Jelang PTM 1.500 Sekolah, Wagub DKI Beri Pesan Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:45 WIB

Polisi Amankan Rumah Pembuat Pil Ekstasi di Johar Baru

Kamis, 16 September 2021 | 14:33 WIB

Ariza Ingin PPKM di Jakarta Turun Level

Senin, 13 September 2021 | 18:06 WIB
X