Bawa Bus, Pemudik Tujuan Jawa Tengah Digagalkan Polisi

- Kamis, 30 April 2020 | 14:41 WIB
Polisi menghentikan bus saat penerapan pelarangan mudik di Jalur Pantura, Perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2020). Hari kedua penerapan pelarangan mudik di jalur pantura masih banyak pengendara yang memaksakan untuk mudik dan tidak menerapkan jarak sosial. Foto: Republika/Putra M. Akbar
Polisi menghentikan bus saat penerapan pelarangan mudik di Jalur Pantura, Perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2020). Hari kedua penerapan pelarangan mudik di jalur pantura masih banyak pengendara yang memaksakan untuk mudik dan tidak menerapkan jarak sosial. Foto: Republika/Putra M. Akbar

AYO BACA : Larangan Mudik Ketat, Ingin Masuk Jateng Harus Lewati 13 Pos Penjagaan

AYO BACA : Ada-ada Saja, Ini Cara Akali Petugas Biar Bisa Mudik

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Pemudik">Pemudik yang menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Jakarta tujuan Jawa Tengah terpaksa putar balik setelah gagal mengelabui petugas.
 
Mereka mencoba mematikan lampu bus, menurunkan sandaran kursi, hingga masuk toilet agar tidak diketahui petugas. Namun, polisi menghentikan kendaraan tersebut di Pospam Kedung Waringin. Pemberhentian itu dilakukan dalam pemeriksaan rutin Operasi Ketupat Jaya 2020 terhadap kendaraan yang akan masuk dan keluar Jabodetabek.
 
"Ada lima orang yang merebahkan tempat duduk dan mematikan seluruh lampu bus. Ditemukan juga satu orang di dalam toilet bus," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Kamis (30/4/2020).
 
Sambodo mengatakan, penemuan pemudik nekat itu terjadi pada Rabu (29/4) malam sekira pukul 22.00 WIB. Menurutnya, pemudik nekat ini berharap bus yang mereka tumpangi bisa lolos menuju ke kampung halamannya.
 
"Itu bus dari Jakarta mau ke Jawa Tengah," kata Sambodo.
 
Selain itu, petugas Ditlantas Polda Metro Jaya juga melakukan pemeriksaan terhadap bus tersebut dan menemukan barang-barang pemudik seperti tas dan koper di dalam bagasi bus. 
 
"Iya kita temukan barang-barang pemudik di bagasi bus," ujar dia.
 
Petugas kemudian memberikan pengertian kepada para pemudik maupun sopir bus terkait larangan mudik tahun ini. Adapun sanksi yang diberikan kepada pengemudi bus maupun para pemudik tersebut adalah diminta berputar arah kembali ke Jakarta.
 
"Sanksinya kita putar balikan kembali ke Jakarta," kata dia.

AYO BACA : Bupati Sragen Masukkan Warga Nekat Mudik di Rumah Angker

Editor: Fitria Rahmawati

Tags

Terkini

Kasus Pengadaan Tanah, Anies Dicecar 8 Pertanyaan di KPK

Selasa, 21 September 2021 | 16:47 WIB

JIS Uji Coba Pasang Rumput Hybird, Ini Keunggulannya

Senin, 20 September 2021 | 15:35 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Rusun Pasar Rumput

Senin, 20 September 2021 | 11:07 WIB

BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Malam Ini

Minggu, 19 September 2021 | 21:34 WIB
X