Hari Bumi dan COVID-19

- Rabu, 22 April 2020 | 15:50 WIB
Gunung Salak terlihat dari Jakarta (Twitter @chockysihombing)
Gunung Salak terlihat dari Jakarta (Twitter @chockysihombing)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sejak temuan infeksi penyakit COVID-19 berawal bulan Maret 2020 di tanah air, kini memunculkan berbagai persoalan yang sangat kompleks, mulai dari kesehatan, pangan, energi hingga ekonomi. 

Anggota DPR dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai lembaga tinggi negara memiliki konsentrasi lebih terhadap pengawasan persoalan limbah medis.

Limbah medis hasil pasien COVID-19 memiliki karakteristik yang khusus dalam penanganannya. Hal ini dikarenakan selain mudah sekali menyebar dan menulari orang-orang di muka bumi, hasil penelitian yang telah diterbitkan New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa virus corona  bertahan di luar tubuh manusia dalam durasi yang cukup lama. Misal di atas kardus, virus ini akan bertahan hingga 24 jam. Sedangkan bila di atas permukaan plastik atau logam stainless, akan bertahan antara dua hingga tiga hari.

Politisi PKS ini mengatakan, ada persoalan lain yang secara tidak langsung tapi berujung pada terganggunya kehidupan manusia akibat bumi sebagai tempat berpijak menjadi terganggu. 

AYO BACA : Hari Bumi, Ada Hikmah di Balik Wabah Corona

Sektor ekonomi secara langsung terdampak. Berawal dari social distansing yang memaksa setiap orang tetap di rumah. Pabrik, kantor, restoran, perhotelan, tempat wisata, sarana transportasi publik, semua terbatasi. 

Semua kegiatan bekerja berbagai sektor terhenti atau terkurangi. Begitu juga proses perdagangan, baik dalam kota, antarkota bahkan antarnegara. Kurs mata uang bergejolak. Semua gangguan ini mengganggu persoalan ekonomi baik keluarga, perusahaan hingga negara. 

Mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga usaha kelas kakap ikut terganggu, tidak terkecuali. Hanya sedikit usaha yang menjadi meningkat tapi sangat kecil porsinya seperti usaha pembuatan alat medis termasuk APD dan masker, usaha frozen food, hingga usaha penyedia rapat online.

Berikutnya gangguan secara tidak langsung adalah sampah medis yang berasal dari pasien positif corona. Hasil studi di China, yang merupakan negara pertama terkena wabah ini, menunjukkan penambahan limpah medis yang mencapai hingga 6.066 ton per hari. Pada studi tersebut, penyederhanaan informasinya mengukur bahwa setiap pasien positif corona, menghasilkan limbah medis sebanyak 14,3 kilogram. 

Halaman:

Editor: Widya Victoria

Tags

Terkini

Jelang PTM 1.500 Sekolah, Wagub DKI Beri Pesan Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:45 WIB

Polisi Amankan Rumah Pembuat Pil Ekstasi di Johar Baru

Kamis, 16 September 2021 | 14:33 WIB

Ariza Ingin PPKM di Jakarta Turun Level

Senin, 13 September 2021 | 18:06 WIB

Kasus Covid-19 DKI Melandai, BOR Hanya 11%

Senin, 13 September 2021 | 15:45 WIB
X