Sidang Gugatan Polusi Udara Ditunda, Pengugat Ajukan Permintaan Kepada Pemerintah

- Kamis, 1 Agustus 2019 | 17:38 WIB
Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Nelson Nikodemus Simamora selaku pengacara Koalisi Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota) meminta pemerintah untuk terus berupaya mengatasi pencemaran udara di Jakarta. Dirinya juga menginginkan pemerintah untuk tidak menunggu hasil putusan gugatan pencemaran udara untuk menekan angka pencemaran polusi udara di Ibu Kota.

AYO BACA : Udara Mangga Dua Paling Tidak Sehat Siang Ini

Ia menyarankan pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi pencemaran udara di Jakarta. Menurutnya, asosiasi lingkungan hidup telah memberi sejumlah ide untuk menurunkan angka pencemaran udara yang buruk.

AYO BACA : Berkas Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Polusi Udara Ditunda

"Itu yang harus dilaksanakan dulu atau diimplementasikan dulu dari sekarang. Jangan tunggu kalah atau menang dalam putusan nanti karena terlalu lama pencemaran udara ini dirasakan, sedangkan ini 10 juta orang yang akan kena dampak polusi udara di Jakarta setiap hari," kata Nelson di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).

Ia mengatakan, harusnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilki strategi rencana aksi tentang pengendalian udara. Salah satu ide yang pernah diusulkannya pada pemerintah adalah menginventarisasi emisi. Kemudian, bisa juga dengan menambahkan stasiun pantau dan memetakan apa saja yang melatarbelakangi polusi udara buruk di Jakarta.

"Misalnya pengendara motor yang paling banyak terus kedua industri. Nah berapa persen dari masing-masing itu. Kemudian yang paling banyak zat apa, apakah sulfur dioksida kah. Nah itu yang tidak dilaksanakan oleh pemerintah. Sepertinya mereka tidak menghitung itu, jadi mereka diam saja sekarang," tuturnya.

Sebelumnya, sidang perdana kasus polusi udara Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019) ditunda. Hakim ketua perkara ini, Saifudin Zuhri mengatakan, sidang tersebut ditunda lantaran penggugat dan tergugat belum memenuhi syarat administrasi. Sidang selanjutnya dijadwalkan akan digelar pada 22 Agustus 2019 pukul 10.00 WIB.

AYO BACA : 7 Pihak Digugat dalam Sidang Gugatan Polusi Jakarta

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Begini Langkah DKI Antisipasi Banjir

Minggu, 24 Oktober 2021 | 10:46 WIB

Warga DKI Boleh Wisata Lagi ke RTH, Ini Pesan Ariza

Minggu, 24 Oktober 2021 | 08:13 WIB

Kusir Kuda di Jakarta Kini Punya SIM, Lho!

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:00 WIB

KJP Plus Tahap 1 Oktober 2021 Cair Hari Ini untuk SD

Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:03 WIB

Ini Alasan Pengemudi BMW Tabrak Polisi di Jaksel

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:56 WIB
X