Pecinta Hewan Akan Laporkan Lelaki Pemakan Kucing ke Polisi

- Rabu, 31 Juli 2019 | 13:27 WIB
Petugas Puskeswan Dinas Peternakan Provinsi Banten menyuntik seekor kucing dengan vaksin anti rabies di Serang, Banten, Senin (22/7/2019). Guna mencegah penyebaran penyakit rabies Pemda setempat mencanangkan vaksinasi rabies secara gratis untuk hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/aww.
Petugas Puskeswan Dinas Peternakan Provinsi Banten menyuntik seekor kucing dengan vaksin anti rabies di Serang, Banten, Senin (22/7/2019). Guna mencegah penyebaran penyakit rabies Pemda setempat mencanangkan vaksinasi rabies secara gratis untuk hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/aww.

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Pengelola Yayasan Sarana Metta Indonesia Christian Joshua Pale akan melaporkan ke polisi tindakan seorang laki-laki yang memakan kucing hidup-hidup di kawasan Kemayoran.

"Hari ini, kami akan laporkan kasus tersebut ke Polsek Kemayoran. Ini lagi nunggu penasehat hukum kami," kata Christian saat dihubungi Antara, Rabu (31/7/2019).

Menurutnya, pria yang tampak dalam video viral itu seperti orang yang tidak memiliki hati. Masyarakat juga telah dibuat marah dan resah karena video viral tersebut.

AYO BACA : TKP Kasus Pemakan Kucing Hidup Sudah Diketahui

Christian juga menyayangkan tindakan yang dilakukan aparat terkesan lambat, ia menilai aparat penegak hukum masih tebang pilih dalam memproses kasus laporan yang masuk khususnya terkait dengan kekerasan terhadap hewan.

“Jarak TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan Polsek Kemayoran sangat dekat, saya sudah cek ketika investigasi ke TKP, Senen malam saya ke sana masih lihat pelaku bersama teman - temannya,” kata Christian.

Christian menambahkan, kasus kekerasan terhadap hewan terkesan tebang pilih, belum dijadikan prioritas selalu dianaktirikan, bahkan kasusnya dinomerduakan.

AYO BACA : Garda Satwa Apresiasi Pengungkapan Pria Pemakan Kucing Hidup

Menurut dia, banyaknya masyarakat yang masih bersikap seenaknya kepada binatang bisa jadi disebabkan belum adanya hukum efek jera kepada pelaku.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Denda Prokes PPKM di Jakarta Capai Rp16 Juta Sehari

Minggu, 19 September 2021 | 13:20 WIB

Jelang PTM 1.500 Sekolah, Wagub DKI Beri Pesan Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:45 WIB

Polisi Amankan Rumah Pembuat Pil Ekstasi di Johar Baru

Kamis, 16 September 2021 | 14:33 WIB
X