Diet Kantong Plastik Ternyata Mudah

- Rabu, 27 Maret 2019 | 11:51 WIB
Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Sebanyak 300 juta kantong plastik menjadi menyumbang terbesar sampah di DKI Jakarta. Sampah plastik yang tidak mudah terurai itu dapat merusak lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat dengan akibat jangka panjang.

Koordinator Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Rahyang Nsantara di Jakarta, Selasa (26/3/2019), mengatakan sampah kantong plastik menjadi penyumbang terbesar sampah di Indonesia apalagi jika diakumulasikan dengan sedotan, sendok, dan styrofoam yang juga terbuat dari bahan plastik.

Rahyang mengatakan diet kantong plastik itu telah menjadi suatu tren pada generasi 15-35 tahun yang peduli terhadap isu lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat sampah plastik.

"Mengurangi penggunaan kantong plastik, sendok, sumpit, sedotan, atau wadah makanan yang digunakan hanya sekali," kata Rahyang tentang cara pertama diet plastik. Sebagai gantinya, masyarakat perlu memanfaatkan peralatan bahan lain untuk menggantikan plastik.

Langkah kedua adalah membawa peralatan ataupun tas belanja sendiri dari bahan non-plastik. Ajak teman, keluarga, ataupun masyarakat lain untuk turut menggunakan bahan non-plastik dalam aktivitas mereka sehingga gerakan itu akan lebih terasa mudah.

Rahyang menambahkan pemilihan tempat belanja ataupun rumah makan yang lebih peduli terhadap isu lingkungan akan menjadi penyempurna gerakan diet plastik itu.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Jelang PTM 1.500 Sekolah, Wagub DKI Beri Pesan Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:45 WIB

Polisi Amankan Rumah Pembuat Pil Ekstasi di Johar Baru

Kamis, 16 September 2021 | 14:33 WIB

Ariza Ingin PPKM di Jakarta Turun Level

Senin, 13 September 2021 | 18:06 WIB

Kasus Covid-19 DKI Melandai, BOR Hanya 11%

Senin, 13 September 2021 | 15:45 WIB
X