Polres Metro Jakarta Barat Periksa 7 Saksi Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Kartel Kremasi di Salah Satu Rumah Duka

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:04 WIB
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo/suara.com
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo/suara.com

KEBAYORAN BARU, AYOJAKARTA -- Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat memeriksa 7 saksi terkait kasus dugaan pemerasan kartel kremasi yang berada di salah satu rumah duka di daerah Jakarta Barat.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, mengatakan petugas kepolisian telah melakukan pemanggilan terhadap para saksi terkait kasus ini.

"Sampai saat ini, kami telah memanggil sebanyak 7 orang saksi terkait kasus dugaan praktik kartel kremasi yang sempat viral di Jakarta Barat," katanya, Sabtu 24 Juli 2021.

Sebanyak 7 saksi diperiksa dan dimintai keterangan oleh petugas kepolisian Polres Metro Jakarta Barat. "Ketujuh orang tersebut, kami panggil untuk dimintai keterangan terkait adanya dugaan praktik kremasi."

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Joko Dwi Harsono, mengatakan sebanyak 2 orang pengelola Yayasan Mulia di Jakarta Barat turut diperiksa petugas kepolisian.

"Ketujuh orang saksi tersebut, kami mintai keterangan yang terdiri dari 2 orang pengelola Yayasan Mulia di Jakarta Barat, 1 orang pengelola Krematorium Mulia di Karawang, dan 1 orang pembuat narasi viral serta 3 org saksi terkait lainnya," jelas Joko.

Dari hasil pemeriksaan, Joko menemukan adanya kasus dugaan praktek percaloan kartel kremasi tersebut.

"Namun masing-masing berdiri sendiri pribadi perorang, tidak terorganisir seperti kartel. Mereka modusnya menaikan harga dengan motif memperoleh keuntungan," tuturnya.

Namun, hingga saat ini Polres Metro Jakarta Barat belum menerima laporan dari korban adanya dugaan praktik kremasi.

Halaman:

Editor: Eries Adlin

Tags

Terkini

X