Hanya Tersisa 914 Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di DKI Jakarta

- Sabtu, 3 Juli 2021 | 17:16 WIB
Hanya Tersisa 914 Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di DKI Jakarta (ilustrasi)/istimewa
Hanya Tersisa 914 Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di DKI Jakarta (ilustrasi)/istimewa

TEBET, AYOJAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan data terkini soal keterisian rumah sakit di wilayahnya, terutama keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19. Namun sebelumnya, Anies terlebih dahulu menceritakan kronologi dimana fasilitas kesehatan di DKI Jakarta hampir collapse.

Pada awal Juni, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hanya mempunyai kapasitas tempat tidur sekitar 6.500. Dari jumlah tersebut, kata Anies, hanya terisi 1.500 tempat tidur.

Lalu pada 11 Juni 2021, kasus Covid-19 di Jakarta mulai naik secara signifikan. Pada 13 Juni, Anies resmi mengumumkan bahwa DKI Jakarta memasuki fase genting Covid-19.

Dia mengimbau agar masyarakat mengurangi kegiatan. Di saat bersamaan, pihaknya menambah kemampuan rumah sakit, salah satunya melakukan penambahan tempat tidur isolasi.

“Bila hari-hari itu DKI tidak menambah jumlah tempat tidur, saat itu kita udah collapse. Saat itu warga sudah tidak dapat tempat,” jelas Anies dalam pernyataan persnya, Jumat 2 Juli 2021 malam.

Kendati Pemprov telah menambah kapasitas tempat tidur, Anies menegaskan masih banyak warga yang tidak mendapatkan tempat hingga terpaksa menunggu dan mengantri di ruang ICU. “Kita menyaksikan betapa tantangan ini nyata,” tegasnya.

Dari 6.500 tempat tidur, Pemprov menambah jadi total 11.134 tempat tidur. Namun, penularan kasus positif yang begitu cepat, membuat keterisian tempat tidur juga cepat menipis. Anies mengatakan, saat ini sudah sebanyak 10.220 tempat tidur yang terpakai, yang artinya hanya tersisa 914 tempat tidur isolasi pasien Covid-19 di Jakarta.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, per 2 Juli 2021 kasus aktif di Ibu Kota mencapai 78.394 kasus, total kematian mencapai 8.547 kasus, dan kasus positif secara total mencapai 560.408 kasus.

Anies mengatakan jumlah tersebut merupakan angka tertinggi kasus aktif dalam sejarah pandemi di Ibu Kota. Dia menyatakan jika kondisi Covid-19 di wilayahnya tidak berubah, maka diprediksi akan ada lebih dari 100 ribu kasus aktif. Dia memprediksi kasus aktif 100 ribu di Jakarta akan terjadi pada 6 hingga 10 Juli 2021.

Halaman:

Editor: Eries Adlin

Tags

Terkini

Siaga Banjir, Waduk Grogol Dikeruk

Selasa, 10 Agustus 2021 | 15:54 WIB
X