Waspada Virus Nipah, Berpotensi Jadi Pandemi Baru dengan Tingkat Kematian Tinggi

- Rabu, 27 Januari 2021 | 15:42 WIB
Ilustrasi Virus (Ist)
Ilustrasi Virus (Ist)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Perang melawan pandemi Covid-19 belum usai, kini dunia dikawatirkan dengan risiko dari virus Nipah (NiV). Perusahaan farmasi pun belum terlalu siap untuk menghadapi virus baru itu sebab belum ada vaksin dan obatnya.

Direktur Eksekutif Access to Medicine Foundation yang berbasis di Belanda, Jayasree K Iyer, menyoroti wabah virus Nipah di China.

"Virus Nipah adalah penyakit menular lain yang muncul dan menimbulkan kekhawatiran besar," katanya dikutip laman The Guardian, Rabu (27/1). "Nipah bisa meledak kapan saja. Pandemi berikutnya bisa jadi infeksi yang resisten terhadap obat," ujarnya menambahkan.

Virus Nipah memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi, yakni 40 hingga 75 persen yang berpotensi menjadi risiko pandemi besar berikutnya. 

AYO BACA : Covid-19 Kacaukan Dunia, Pakar Sebut Kembali Normal 18 Bulan Lagi

Virus Nipah dapat menyebabkan masalah pernapasan yang parah dan ensefalitis, pembengkakan otak, dan memiliki angka kematian 40 persen hingga 75 persen, tergantung di mana wabah itu terjadi. Kelelawar buah adalah inang alaminya. Wabah Nipah di Bangladesh dan India kemungkinan besar terkait dengan minum jus kurma.

Virus Nipah termasuk dalam 10 penyakit menular dari 16 penyakit yang diidentifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ke-16 penyakit itu memiliki risiko kesehatan masyarakat terbesar.

Penyakit-penyakit itu juga termasuk demam yang umum di sub-Sahara Afrika serta Mers dan Sars. Sars dan Mers adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus korona dan memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi daripada Covid-19 tetapi tidak terlalu menular

AYO BACA : Lengkap! Ini Cara Daftar, Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Covid-19 dari Pemerintah

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Facebook Bakal Ganti Nama, Diumumkan Pekan Depan

Jumat, 22 Oktober 2021 | 08:10 WIB

CEO Moderna Prediksi Akhir Pandemi Tak Lama Lagi

Senin, 27 September 2021 | 07:50 WIB

Jangan Abaikan 20 Gejala Umum Covid-19 Ini Ya

Sabtu, 25 September 2021 | 13:43 WIB
X