5.080 Vaksin Covid-19 di Mamuju Rusak

- Kamis, 21 Januari 2021 | 11:27 WIB
[Ilustrasi] Vaksin Covid-19 dari Sinovac (Ayojakarta/Budi Cahyono)
[Ilustrasi] Vaksin Covid-19 dari Sinovac (Ayojakarta/Budi Cahyono)

MAMUJU, AYOJAKARTA.COM – Gempa magnitude di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, memorak-poradakan bangunan dan listrik di daerah tersebut. Gempa pada 15 Januari 2021 tersebut juga mengakibatkan aliran listrik padam. Akibatnya, 5.080 dosis vaksin Covid-19 yang tersimpan di Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, rusak.

"Vaksin sudah tidak bisa digunakan lagi karena kantor dinas rusak dan mati lampu," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju drg Firmon di Mamuju, Kamis (21/1/2021), seperti dikutip Suara.com.

AYO BACA : Kasus Harian Covid-19 DKI Jakarta Catat Rekor Tertinggi Lagi, Waspada Klaster Keluarga Ya! (20 Januari 2021)

Firmon mengatakan vaksin Covid-19 bakal rusak kalau tidak tersimpan di tempat penyimpanan dengan suhu yang sudah ditentukan.

Berdasarkan petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan, vaksin Covid-19 buatan Sinovac harus disimpan pada suhu dua sampai delapan derajat Celsius dan tempat penyimpanan vaksin harus dihindarkan dari paparan sinar matahari langsung.

AYO BACA : Heboh Penampakan Puting Beliung di Wonogiri, BMKG: Hampir Tiap Tahun Terjadi!

Firmon mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju sudah melapor ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat perihal kerusakan jatah vaksin Covid-19 yang rencananya digunakan untuk memvaksinasi 2.694 tenaga kesehatan di Mamuju.

"Kami sudah melaporkan ke dinas Provinsi Sulbar dan sampai sekarang belum ada arahan," katanya.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat memutuskan menunda pelaksanaan vaksinasi COVID-19 setelah gempa melanda wilayah Mamuju dan Majene.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

X