Tanda Kolestrol Tinggi Bisa Terlihat dari Wajah, Begini Ciri-cirinya!

Husnul Khatimah
- Selasa, 9 November 2021 | 07:35 WIB
Kolestrol Tinggi (Ilustrasi/ Pixabay)
Kolestrol Tinggi (Ilustrasi/ Pixabay)

TEBET, AYOJAKARTA - Lemak yang menumpuk di dalam pembuluh darah dapat membatasi pergerakan aliran darah. Hal itu dikhawatirkan menyebabkan munculnya benjolan di kulit wajah. Pertumbuhan kulit yang terangkat, tampak seperti lilin, sering berwarna kekuningan dapat muncul di kelopak mata.

"Lesi ini dikenal sebagai xanthelasma dan dapat berkembang di area kelopak mata bawah dan atas," menurut DermNet NZ seperti dilansir di laman Express, Selasa (12/10).

Pertumbuhan itu dimulai dari ukuran kecil, kemudian dapat terus tumbuh dalam ukuran yang lebih terlihat. Saat pertumbuhan muncul di tempat lain di tubuh, mereka dikenal sebagai xanthomas. Lesi tersebut harus diperiksa ke dokter dan tes darah dapat mengungkapkan kadar kolesterol Anda.

Kolesterol tinggi juga membuat Anda berisiko serangan jantung dan strok karena terlalu banyak zat lemak dapat membatasi aliran darah ke organ vital. Jika Anda mengalami pertumbuhan kulit xanthomas, sebaiknya kurangi kadar kolesterol Anda. Ahli jantung, dr Suzanne Steinbaum, mengatakan Anda harus memulainya dari suatu tempat.

Caranya, hindari lemak trans. Lemak trans dapat ditemukan dalam piza beku, kue, kulit pie, dan kue kering. Jadi, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah memasak dari awal dan menambahkan banyak sayuran.

"Lemak trans ditemukan secara alami pada tingkat rendah di beberapa makanan, seperti daging dan produk susu," kata National Health Service (NHS) di Inggris.

Hal tersebut menunjukkan, mengurangi daging dan produk susu dapat bermanfaat untuk kadar kolesterol. Ahli jantung lain, dr Sarah Samaan, merekomendasikan Anda berolahraga setidaknya dua setengah jam sepekan.

Mayo Clinic menjelaskan, trigliserida adalah ukuran penting kesehatan jantung. Setiap kalori yang tidak segera digunakan oleh tubuh untuk energi disimpan sebagai trigliserida dalam sel-sel lemak. "Kemudian, hormon melepaskan trigliserida untuk energi di antara waktu makan," ujar Mayo Clinic.

Jika Anda mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan yang digunakan, Anda bisa memiliki kadar trigliserida yang tinggi. Trigliserida tinggi dapat berkontribusi pada pengerasan arteri, yang meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung, dan strok. Dengan demikian, dengan berolahraga, Anda mampu menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Sumber: Republika.co.id

Tags

Terkini

Kenali Gejala Kekurangan Vitamin dan Mineral

Minggu, 1 Mei 2022 | 09:04 WIB

Waspadai, Ini Ciri Kanker Ovarium pada Perempuan

Sabtu, 23 April 2022 | 17:00 WIB

Wah Ngeri! Ini Dampak Negatif Kurang Gerak

Sabtu, 23 April 2022 | 15:00 WIB

Ini 7 Ciri Anak Jenius dan Cerdas Sejak Bayi

Senin, 21 Maret 2022 | 19:00 WIB

Yuk! Kenali Gejala Hipertensi Sejak Dini

Selasa, 8 Maret 2022 | 07:30 WIB

Tips Antisipasi dan Cegah DBD di Lingkungan Anda

Sabtu, 5 Maret 2022 | 13:30 WIB

Ini Beda Gejala DBD dan Covid Varian Omicron

Rabu, 2 Maret 2022 | 15:00 WIB

Ini Tanda dan Gejala Menopause pada Perempuan

Sabtu, 26 Februari 2022 | 19:00 WIB

5 Tips Mendidik Anak Beranjak Remaja yang Keras Kepala

Sabtu, 26 Februari 2022 | 11:30 WIB

Ini 7 Efek Samping Vaksinasi Booster Covid-19

Rabu, 23 Februari 2022 | 19:00 WIB

Simak! 7 Makanan untuk Tingkatkan Kesuburan

Sabtu, 29 Januari 2022 | 14:00 WIB

Simak! 4 Jenis Minuman Pengusir Kantuk Selain Kopi

Sabtu, 29 Januari 2022 | 12:48 WIB
X