Menteri di Era Gus Dur Berkomentar Soal Wisata Malam Glow di Kebun Raya Bogor

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:24 WIB
Ilustrasi: Rencana Pembukaan Wisata Malam Kebun Raya Bogor Ditentang Para Pendahulu Kebun Raya Bogor. (Dok Instagram Glow Kebun Raya)
Ilustrasi: Rencana Pembukaan Wisata Malam Kebun Raya Bogor Ditentang Para Pendahulu Kebun Raya Bogor. (Dok Instagram Glow Kebun Raya)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA - Pengamat konservasi Dr Alexander Sonny Keraf angkat suara soal kisruh penolakan edukasi wisata malam atau Glow di Bogor">Kebun Raya Bogor (KRB).
 
Penolakan pengembangan wisata edukasi malam Glow di KRB terjadi lantaran sejumlah kalangan menilai bahwa KRB tidak boleh dikomersialisasikan. Hal tersebut berangkat dari fungsi KRB sebagai pusat konservasi dan penelitian.
 
Pria yang akrab disapa Sonny itu menilai, apa yang dilakukan KRB dengan meluncurkan Glow merupakan sebuah terobosan yang luar biasa. Dalam arti aset-aset milik pemerintah yang selama ini lebih sebagai cost center dilakukan inovasi manajemen dan tata kelola dengan bergandengan tangan dan bermitra dengan pihak swasta untuk menjadi profit center. 
 
Hampir setiap negara melakukan riset juga untuk mendatangkan manfaat ekonomi. Hal tersebut lantaran biaya konservasi dan riset membutuhkan anggaran yang cukup besar. Di mana hampir setiap negara tidak akan sanggup membiayai riset dan konservasi.
 
"Kita ambil contoh, semua negara di dunia yang disebut sebagai knowledge basic economy, melakukan riset untuk kepentingan ekonomi. Sebaliknya ekonomi menyumbang terhadap kemajuan riset. Karena kalau tidak negara manapun tidak punya kemampuan untuk membiayai riset," katanya, Kamis 14 Oktober 2021.
 
Terobosan yang dilakukan melalui Glow ini sambung Sonny, tidak boleh berhenti hanya menjadi riset, tetapi riset harus diramu dan dikelola secara bisnis. Namun, bisnis itu juga harus berkontribusi pada perkembangan riset.
 
"Karena kalau tidak ada dana dari pemerintah, atau dana dari pemerintah terbatas, ini akan menjadi hambatan bagi penelitian. Sehingga mereka punya keterbatasan juga mengembangkan inovasi-inovasi yang kreatif yang sesungguhnya bisa mereka lakukan," bebernya.
 
Tak hanya itu, Sonny yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Persatuan Nasional di era Gus Dur itu berpesan, agar KRB bisa memanfaatkan hasil riset sebagai sumber pendanaan untuk keberlangsungan penelitian dan riset. Jangan sampai hasil-hasil riset lalu berhenti dan hanya menjadi koleksi. 
 
"Tetapi hasil riset dan pembudidayaan, hasil pengembangbiakan tanaman-tanaman dengan berbagai kultur jaringan, dengan berbagai teknologi yang mereka miliki sesungguhnya tidak hanya sekedar menjadi koleksi dan menjadi pajangan di museum atau laboratorium, tetapi bisa dimanfaatkan secara ekonomi atau bisnis," tutupnya

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

6 Tempat Wisata di Jakarta Selatan yang Lagi Hits

Kamis, 28 Oktober 2021 | 11:27 WIB

Lima Tips Liburan Saat Musim Hujan, Simak Yuk!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:31 WIB

5 Tempat Wisata di Sukabumi yang Harus Kamu Kunjungi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 12:57 WIB

Besok Ancol Tutup, Begini Cara Reschedule Tiket

Rabu, 23 Juni 2021 | 18:25 WIB
X