Transaksi Pakai Dirham, Ini Deretan Barang yang Dijual Pasar Muamalah Depok

- Sabtu, 30 Januari 2021 | 10:15 WIB
Pasar Muamalah Depok transaksi jual beli pakai dinar dan dirham / Youtube Arsip Nusantara
Pasar Muamalah Depok transaksi jual beli pakai dinar dan dirham / Youtube Arsip Nusantara

DEPOK, AYOJAKARTA.COM - Sebuah video di media sosial menunjukkan proses jual beli dilakukan di Pasar Muamalah di Tanah Baru, Depok. Terlihat sejumlah barang seperti makanan dipamerkan untuk dijual dan dihargai dengan dirham, bukan rupiah.

"Pemilik ruko bernama Zaim (60) men­jual sejumlah barang, seperti sandal nabi, parfum, hingga madu," kata Lurah Tanah Baru Kota Depok Zakky dalam keterangan yang diterima Ayojakarta, Sabtu (30/1/2021).

Zakky mengaku menerima laporan adanya aktivitas jual beli di Pasar Muamalah pada Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 15:30 WIB. Tran­saksi dengan uang asing itu dilakukan di sebuah ruko di Pasar Muamalah tersebut. "Untuk aktivitas kegiatan Pasar Muamalah memang benar ada. Kegiatan dilaksanakan hampir tiap Minggu, mulai pukul 07:00 WIB sampai 11:00 WIB," ujarnya.

Berdasarkan video yang be­redar di media sosial, terlihat sejumlah barang seperti ma­kanan dipamerkan untuk dip­erjualbelikan. Dalam video itu, makanan hingga barang yang dijual dihargai dengan Dirham.

Di antaranya seperti brownies dihargai dengan setengah dir­ham, enam roti seharga 1 dirham hingga sandal seharga 2 dirham. Tampak salah satu penjual menunjukkan hasil jual-beli berupa koin emas senilai 1 di­nar dan koin silver senilai 2 dirham.

Diketahui, Dinar dan dirham di Indonesia berbentuk koin diterbitkan oleh perusahaan pemerintah, PT Aneka Tambang. Perusahaan itu menjual koin dinar berbahan dasar emas mulai pecahan ¼ hingga 2 dinar.

Selanjutnya, menurut Anadolu Agency, dirham berbahan dasar perak dengan pecahan 1 dan 2 dirham. Sejauh ini dirham dan dinar digunakan sebagai alat investasi hingga pembayaran mahar pernikahan.

Merespons itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menegaskan, rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah. Hal itu sesuai dengan UU Mata Uang dan UUD 1945.

"Berdasarkan Pasal 23 B UUD 1945 jo. Pasal 1 angka 1 dan angka 2, Pasal 2 ayat (1) serta Pasal 21 ayat (1) UU Mata Uang, Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujarnya.

Halaman:

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Kaleng Berisi Peluru Ditemukan di Depok

Senin, 5 April 2021 | 14:17 WIB

Kota Depok Berlakukan E-Tilang 23 Maret 2021

Senin, 15 Maret 2021 | 18:21 WIB

Hujan Deras, Sejumlah Wilayah di Depok kebanjiran

Sabtu, 20 Februari 2021 | 12:53 WIB

Lokasi SIM Keliling Kota Depok Hari Ini

Kamis, 18 Februari 2021 | 07:25 WIB

Di Depok Sudah Tidak Ada RT yang Masuk Zona Merah

Minggu, 14 Februari 2021 | 10:52 WIB

Longsor Terjang Cilodong Depok, Satu Rumah Ambruk

Kamis, 11 Februari 2021 | 18:12 WIB
X