Kota Bogor Terapkan 'Gerakan Tutup Portal', Begini Penjelasannya

- Rabu, 14 Juli 2021 | 15:39 WIB
Satgas Covid-19 Kota Bogor saat memberikan keterangan resmi kepada awak media di Balai Kota Bogor. (Yogi Faisal)
Satgas Covid-19 Kota Bogor saat memberikan keterangan resmi kepada awak media di Balai Kota Bogor. (Yogi Faisal)

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Mengurangi mobilitas masyarakat di tingkat RT dan RW menjadi salah satu fokus perhatian Satgas Covid-19 Kota Bogor di pekan terakhir pemberlakuan PPKM Darurat.

Setelah sukses menekan mobilitas masyarakat Kota Bogor melalui sejumlah penyekatan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan protokol, kini Satgas Covid-19 Kota Bogor berencana menerapkan sistem 'Gerakan Tutup Portal'.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, 'Gerakan Tutup Portal' tersebut ialah, setiap RT dan RW mesti menutup akses keluar masuk wilayahnya tepat pada pukul 20.00 WIB. Hal ini bertujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat di tingkat wilayah.

"Jadi nanti, akses kampung, akses perumahan, semuanya harus ditutup pada pukul 20.00 WIB. Jadi pada pukul 20.00 WIB tersebut sudah tidak boleh ada warga yang hilir mudik, tanpa keperluan yang jelas atau penting," katanya, Rabu 14 Juli 2021.

Tak hanya itu, pengurus RT dan RW juga wajib memberlakukan sistem satu pintu. Artinya, akses untuk menuju pemukiman mesti dibatasi, dan hanya diberlakukan satu akses pintu masuk dan keluar.

"Kalau ada banyak jalan untuk menuju pemukiman tutup dulu. Guna satu pintu untuk akses keluar masuk warga. Hal ini bertujuan untuk memantau pergerakan massa dan pendatang, sekaligus menekan potensi penyebaran Covid-19 di tingkat mikro," ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada Satgas Covid-19 di tingkat RT, RW dan Kelurahan, hingga Satgas Covid-19 di tingkat Kecamatan, untuk bersama mengawasi wilayah dan lingkungannya.

"Ini semua kami lakukan demi menekan potensi penyebaran di tingkat wilayah. Karena kalau hanya pusat kota yang kami awasi tentunya kecil angka keberhasilannya. Makannya, baik di level wilayah maupun di daerah harus dikawal secara bersamaan," ujarnya. 

 

Halaman:

Editor: Firda Puri Agustine

Tags

Terkini

Rencana Pembukaan Wisata Malam Kebun Raya Bogor Dikritik

Senin, 27 September 2021 | 19:11 WIB

Makin Macet, Pembangunan Jalur Puncak 2 Kian Penting

Minggu, 26 September 2021 | 10:50 WIB

Kisruh Lahan Rocky Gerung dengan Sentul City Kian Samar

Jumat, 24 September 2021 | 10:33 WIB
X