Efek La Nina Musim Hujan Tahun Ini Lebih Panjang Ketimbang Tahun-tahun Sebelumnya

- Selasa, 1 Juni 2021 | 10:15 WIB
Kota Bogor saat diguyur hujan deras/ayobogor/yogi faisal
Kota Bogor saat diguyur hujan deras/ayobogor/yogi faisal

CISARUA, AYOJAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, memprediksi jika pada tahun ini musim penghujan akan lebih panjang ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

"Berdasarkan prediksi kami berdasarkan pantauan satelit, musim penghujan tahun ini akan lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Fenomena ini dikarenakan efek dari fenomena La Nina," kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Fatuhri Syabani Selasa 1 Juni 2021.

Menurutnya, kemarau yang idealnya berlangsung di bulan Mei atau awal Juni, tahun ini diprediksi mundur, yakni akhir Juni. Sehingga berlangsungnya kemarau diperkirakan hanya sebentar, jika dibandingkan musim penghujan.

"Biasanya jika musim kemarau jatuh pada Maret atau Mei, kemungkinan pada tahun ini musim kemarau akan masuk pada pertengahan atau akhir Juni nanti. Ini karena efek La Nina jadi mengalami kemundurannya," ujarnya.

Fatuhri menyebutkan bahwa efek dari Fenomena La Nina menyebabkan permukaan laut di sekitaran Indonesia masih hangat. Sehingga kandungan uap airnya masih banyak di udara.

"Jadi begitu ada gangguan sedikit saja di udara, akan menjadi awan-awan berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang," ungkapnya.

Ia mengatakan La Nina bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah beberapa kali dan menyebabkan bencana khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.

"Yang lebih parah tahun 2010 secara gelobal Indonesia, hampir semua wilayah curah hujannya ekstrem, itu juga La Nina. Itu La Nina paling ekstrem tercatat sepanjang sejarah di dunia," tutupnya.

Editor: Eries Adlin

Tags

Terkini

Dua Ruang Kelas SD di Bogor Tiba-tiba Ambruk

Kamis, 16 September 2021 | 17:42 WIB

Ganjil Genap Puncak Kembali Diberlakukan Pekan ini

Kamis, 16 September 2021 | 12:19 WIB
X