Kakak Beradik di Bogor Produksi Tembakau Gorila di Rumah Kontrakan

- Kamis, 29 April 2021 | 21:25 WIB
Jajaran Polresta Bogor Kota saat menggelar konferensi pers di Pasar Sukasari, Kota Bogor
Jajaran Polresta Bogor Kota saat menggelar konferensi pers di Pasar Sukasari, Kota Bogor

BOGOR TIMUR, AYOJAKARTA - Jajaran Satnarkoba Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan kaka beradik dan satu orang rekannya, terkait kasus home industri pembuatan tembakau sintetis di Kampung Tipar, Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pengungkapan pembuatan tembakau sintetis berawal dari penangkapan MRD di Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor.

Dari tangan MRD ditemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik klip kecil yang diduga narkotika jenis sabu. 

"Kemudian Dilakukan pemeriksaan dan dikembangkan ke rumah kontrakannya yang beralamat di Jalan Tipar Kampung Tipar, Desa Ciawi, Kabupaten Bogor. Di kontrakan tersebut didapati DR (pemesan barang)," katanya, Kamis 29 April 2021

Dari DR, lanjut Susatyo, didapati barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis, dengan berat 30 gram, kemudian dilakukan penggeledahan terhadap kontrakan tersebut dan ditemukan barang bukti yang disimpan di dalam lemari berupa, Alat produksi pembuatan narkotika jenis tembakau sintetis.

"Satu buah alat pres, tiga gelas ukur, satu alat pemanas, dua botol Glycero dan dua bungkus kertas besar serta 11 bungkus narkotika jenis tembakau sintetis yang sudah jadi dan siap edar.Menurut pengakuan Sdr MRD, bahwa barang barang tersebut adalah milik kakaknya yang bernama RS," ucapnya

Berdasarkan pengakuan pelaku, kakak beradik ini sudah menjalankan bisnis produksi tembakau sintetis ini selama dua bulan. Bermodalkan bahan-bahan seadanya yang didapat dari internet dan toko online, keduanya menyulap tembakau yang dibelinya menjadi tembakau sintetis alias tembakau gorila.

"Mereka membeli satu bungkus tembakau berukuran 25 gram dengan harga Rp17 ribu. Lalu meraciknya menggunakan bahan-bahan tertentu hingga tembakau tersebut berubah menjadi tembakau sintetis," bebernya.

Dengan modal Rp17 ribu untuk 25 gram, keduanya menyulap tembakau tersebut menjadi tembakau sintetis, dan menjualnya seharga Rp500 ribu untuk setiap paket 5 gram.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Dua Ruang Kelas SD di Bogor Tiba-tiba Ambruk

Kamis, 16 September 2021 | 17:42 WIB

Ganjil Genap Puncak Kembali Diberlakukan Pekan ini

Kamis, 16 September 2021 | 12:19 WIB
X