Dua WNA Reaktif saat Rapid Test Antigen di Kawasan Puncak

- Sabtu, 2 Januari 2021 | 15:24 WIB
Petugas gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor meminta surat hasil rapid test antigen kepada wisatawan yang hendak berangkat menuju Jalan Raya Puncak, Kamis (31/12). Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Petugas gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor meminta surat hasil rapid test antigen kepada wisatawan yang hendak berangkat menuju Jalan Raya Puncak, Kamis (31/12). Foto: Republika/Shabrina Zakaria

BOGOR, AYOJAKARTA.COM – Dua warga negara asing (WNA) terdeteksi reaktif saat menjalani rapid test antigen di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho menjelaskan, ada 17 orang yang reaktif, tercatat paling banyak merupakan warga Jakarta. Sementara, sisanya warga Cianjur, Tangerang, WNA yang berasal dari Yaman sebanyak dua orang. Kedua WNA tersebut tinggal di Jakarta dan hendak pergi ke kawasan Puncak.

“Memang dari hasil pengetesan ada 17 itu, ada warga asing dari Yaman dua orang. Kebetulan mereka tinggal di Jakarta mau ke Puncak dan reaktif. Selebihnya dari ada Cianjur, Tangerang, dan paling banyak dari Jakarta,” jelasnya.

AYO BACA : Tim Swab Hunter Pemkot Surabaya Rapid Ratusan Orang 'Bandel' saat Pergantian Tahun 2021

Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor telah melaksanakan rapid test antigen terhadap sekitar 1.200 orang yang hendak masuk ke kawasan Puncak. Rapid test antigen tersebut dilaksanakan sepanjang libur natal dan tahun baru.

“Hari ini berdasarkan hasil data yang kita punya dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) itu kurang lebih 1.200 (orang) yang sudah kita rapid. Kurang lebih ada 17 warga wisatawan yang masuk ke wilayah Puncak yang positif atau reaktif,” kata Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, Sabtu (2/1/2021).

Terkait rapid test antigen, Agus menjelaskan, Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor memang menyiapkan 200 sampel setiap harinya. Sampel rapid test tersebut disediakan secara terbatas, dan bisa digunakan untuk warga yang tidak memiliki surat hasil rapid test antigen.

AYO BACA : 2021 Belajar Tatap Muka Belum Dapat Dilaksanakan, DKI Jakarta Tetap Berlakukan PJJ

Karena jumlah sampel yang disediakan terbatas, jika ada warga yang tidak mendapat giliran rapid test antigen di posko, maka mereka dipersilakan untuk mencari rumah sakit terdekat untuk melaksanakan rapid test. Jika tidak, kata Agus, para wisatawan diminta untuk putar balik ke daerah masing-masing.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Rencana Pembukaan Wisata Malam Kebun Raya Bogor Dikritik

Senin, 27 September 2021 | 19:11 WIB

Makin Macet, Pembangunan Jalur Puncak 2 Kian Penting

Minggu, 26 September 2021 | 10:50 WIB

Kisruh Lahan Rocky Gerung dengan Sentul City Kian Samar

Jumat, 24 September 2021 | 10:33 WIB
X