Kronologi Rombongan Pesepeda Masuk Jalan Tol Jagorawi Km46+500 Versi Jasa Marga

- Minggu, 13 September 2020 | 21:40 WIB
Rombongan pesepeda masuk jalan tol Jagorawi pada Minggu 13 September 2020 sempat direkam oleh warganet
Rombongan pesepeda masuk jalan tol Jagorawi pada Minggu 13 September 2020 sempat direkam oleh warganet

CIAWI, AYOJAKARTA.COM – PT Jasa Marga mengkonfirmasi bahwa saat ini bersama dengan pihak Kepolisian tengah mengidentifikasi rombongan pesepeda yang memasuki Jalan Tol Jagorawi tepatnya Km 46+500 (Polingga). Kejadian ini terjadi pada Minggu (13/9) sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan keterangan petugas di lapangan serta pihak Kepolisian, rombongan pesepeda tersebut masuk melalui akses masuk Jalan Tol Jagorawi Km 47+200 (traffic light Ciawi), dan mencoba melawan arah dengan menyeberang di median pada Km 46+500, menuju tempat istirahat dan pelayanan (TIP) Km 45. Saat ini kejadian tersebut masih dalam pemeriksaan lanjut dari Pihak Kepolisian.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Di Balik Lelaki Sukses, Ada…?

General Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Oemi Vierta Moerdika menjelaskan Jasa Marga sangat menyayangkan tindakan pengendara sepeda yang masuk dan menggunakan jalan tol hingga membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1, disebutkan, jalan tol hanya diperuntukan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” tegasnya dalam pernyataan pers yang diperoleh Ayojakarta, Minggu 13 September 2020.

AYO BACA : KOPI SUSU CING ABDEL: Kuburan di Depan Rumah & Cerita Tentang Drakula

Oemi juga menyampaikan bahwa Jasa Marga telah memasang rambu-rambu informasi terkait hal tersebut. “Kami telah memasang rambu larangan kendaraan roda dua masuk tol, rambu kendaraan apa saja yang boleh masuk tol dan batas kecepatan berkendara di jalan tol, di setiap akses masuk tol.”

Larangan kendaraan roda dua melintasi jalan tol dibuat demi keselamatan pengendara roda dua tersebut, juga pengguna jalan tol lainnya. Jalan tol, menurut Oemi, sebenarnya berbahaya apabila dilewati kendaraan roda dua sebab spesifikasi rancang bangunnya ditujukan untuk kendaraan roda empat atau lebih.

“Misalnya soal kecepatan, minimal kendaraan yang melintas di jalan tol antarkota melaju 80 Km/jam, sedangkan untuk jalan tol perkotaan 60 Km/jam. Pengendara sepeda juga akan bermasalah dengan empasan angin dari kendaraan lain sebab jalan tol dibuat tanpa hambatan,” Oemi menegaskan.

Halaman:

Editor: Eries Adlin

Tags

Terkini

Kisruh Lahan Rocky Gerung dengan Sentul City Kian Samar

Jumat, 24 September 2021 | 10:33 WIB

Investasi Bodong Guru di Bogor, Ini Modusnya

Kamis, 23 September 2021 | 19:58 WIB

Guru MI di Bogor Tipu 837 Orang Lewat Investasi Bodong

Kamis, 23 September 2021 | 18:03 WIB
X