Bandel dengan Aturan Jam Malam, Sejumlah Restoran di Bogor Didenda

- Selasa, 1 September 2020 | 11:56 WIB
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim bersama tim saat sidak di salah satu rumah makan. (dok Humas Pemkot Bogor)
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim bersama tim saat sidak di salah satu rumah makan. (dok Humas Pemkot Bogor)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak empat rumah makan atau restoran dan tempat usaha yang masih beroperasi lewat pukul 18.00 WIB diberikan sanksi denda dan lebih dari tujuh tempat usaha diberikan teguran saat Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim Inspeksi Dadakan (Sidak), Senin (31/8/2020) malam.

Sanksi denda ini diberikan Pemerintah Kota Bogor sesuai dengan Perwali Nomor 107 Tahun 2020 Tentang Pengenaan Sanksi Administrasi Pelanggaran Tertib Kesehatan Dalam Penanggulangan Covid-19 di Kota Bogor sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) Kota Bogor tiga hari lalu. 

AYO BACA : Lebih 300-an Pasien di Kabupaten Bogor Belum Sembuh dari Covid-19

"Kami menduga mereka masih menilai kebijakan Kota Bogor hanya sekedar main-main, jadi kami buktikan ada penindakan sanksi denda," ujar Dedie.

Dedie melanjutkan, di Perwali Nomor 107 Tahun 2020 ini penindakan langsung ke denda, penindakan denda ini memang lebih ringkas tahapannya dibandingkan perwali sebelumnya yang penindakan dimulai dari penindakan teguran lisan, teguran tertulis, baru denda. 

AYO BACA : KOTA BOGOR ZONA MERAH: Jam Malam, Bima Arya Sidak ke Kafe

Untuk sektor usaha kisaran denda mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 10 juta dan untuk denda masker dari Rp 50 ribu sampai Rp 250 ribu.

"Karena ini hari pertama kami pakai denda nilai minimum tiga rumah makan di denda Rp 1 juta dan satu rumah makan di denda Rp 3 juta. Tapi  Kalau besok masih ada yang bandel, kami pertimbangan dengan denda lebih tinggi," tegas Dedie.

Dedie menambahkan, setelah membayar denda, rumah makan wajib membuat pernyataan tidak mengulangi kesalahan, baru setelah itu dibolehkan buka kembali dengan syarat menerapkan protokol kesehatan. Tak hanya memberikan sanksi denda bagi yang membandel, pihaknya mengapresiasi masyarakat yang menerapkan protokol kesehatan (memakai masker).

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

X